Radio Nederland Wereldomroep

Bulan Mendota

06-02-2007

Salah satu syarat kelulusan sekolah di tingkat HBO (hogeschool beroep onderwijs) adalah melakukan  kerja praktek di perusahaan yang  berkaitan dengan jurusan mereka masing-masing. Empat orang mahasiswi Hogeschool Inholland Diemen, membagi pengalaman suka-duka mereka selama bekerja di perusahaan Belanda.

nefry dan upik.jpg

Nefry dan Palupi

Syarat kelulusan
Kerja praktek adalah sebuah  keharusan bagi para pelajar di Belanda yang  bersekolah di hogeschool. Kerja praktek ini biasanya dilakukan ketika pelajar tersebut menginjak semester lima, dan jangka waktu mereka bekerja disana adalah sekitar enam bulan sampai dengan satu tahun. Kerja praktek ini seiring dengan tujuan dari sekolah di hogeschool itu sendiri, mempersiapkan para pelajar hogeschool di dunia kerja. Selesainya kerja praktek, para pelajar diharapkan bisa mengetahui lebih banyak pengalaman dalam bekerja di suatu perusahaan dan bisa menjadi bekal setelah mereka lulus dari sekolah.

 

Dian Apradika, mahasiswi Inholland Diemen jurusan International Business and Management, bekerja pada salah satu perusahaan perhotelan di Belanda bercerita bahwa untuk mendapatkan kesempatan kerja praktek prosesnya cukup gampang. Dia hanya mengirim lamaran dan resume diri kepada perusahaan tersebut kemudia perusahaannya memanggilnya untuk wawancara. Nefry Ivon, mahasiswi jurusan IT, mendapatkan perusahaan untuk kerja prakteknya melalui website yang memang melayani para pelajar yang sedang mencari perusahaan untuk kerja praktek, seperti www.stageplaza.com dan www.stagemotor.nl.

Mulai dari tahun 2007, urusan ijin kerja untuk kerja praktek lebih mudah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk bekerja praktek, pelajar hanya membutuhkan perjanjian kerja antara pelajar dan perusahannya. Berbeda dengan tahun lalu yang mengharuskan pelajar untuk mempunyai ijin kerja dari CWI (Organisasi Pekerja).

dika jihan.jpg

Dian dan Jihan

Gugup
Bekerja dengan orang Belanda di sebuah perusahaan adalah salah satu pengalaman yang berkesan bagi para pelajar tersebut. Palupi Kusuma, mahasiswi jurusan IT yang melakukan kerja praktek di sebuah perusahaan IT di Utrecht, mengatakan  bahwa pertama kali bekerja dia agak gugup dan takut mengingat semua pekerjanya berkomunikasi dengan Bahasa Belanda. Kenyataanya, para pekerja disana menyambut Palupi dengan ramah dan mengajak ngobrol dia. Nefry sendiri menyatakan pada awalnya dia takut karena kebanyakan para pekerjanya berusia lebih jauh dari umurnya.

Jihan Nizami, yang sempat merasakan kerja di perusahaan elektronika terkenal di Nijmegen, mengatakan pengalaman yang paling menyenangkan adalah ketika dia mendapatkan gaji di akhir bulan. Kebanyakan dari mereka mendapat gaji sekitar 300-500 euro per bulan.

“Pertama kali mendapat gaji dari kantor rasanya kita benar-benar sudah dewasa,” imbuhnya.

Nefry sendiri menyatakan pengalaman yang paling menarik adalah bagaimana dia bisa menyesuaikan diri dengan pemikiran orang Belanda, yang berbeda dengan pemikiran orang Asia. Dia juga menambahkan, keuntungan dari bekerja di Belanda adalah dia bebas untuk berpendapat dan para pekerja itu tidak memandang sebelah mata pada dia. Rekan-rekan kerjanya yakin akan kemampuan Nefry dan menghargai pendapatnya.

Bagi Dian, yang paling menyebalkan adalah ketika dia harus melihat dan terlibat pada konflik internal perusahaan.

“ Tidak enak aja melihat bagaimana  setiap department menganggap departmentnya paling penting dan kemudian saling melimpahkan tugas,” ceritanya.

Kesempatan kerja
Salah satu keuntungan bekerja praktek, selain mendapat gaji, juga adanya kemungkinan untuk bekerja disana. Nefry sendiri kembali ke perusahaanya untuk bekerja paruh waktu setelah masa waktu untuk kerja praktek berakhir.

 “Tekanan beban dan tanggung jawabnya berbeda dengan saat kita kerja praktek disana, lebih terasa. Sebabnya kita disana dibayar bukan untuk belajar lagi, tapi benar-benar bekerja,” jawabnya ketika ditanya kesannya bekerja paruh waktu di tempat perusahaan kerja prakteknya dulu.

Kata Kunci: hogeschool, internship , kerja praktek, magang, zona pelajar

Reaksi:


Nicolaus Fery, 13-10-2008 - Indonesia

Apakah saya bisa kerja praktek di Belanda? saya mahasiswa S1 Teknik Elektro konsentrasi Telekomunikasi Universitas Kristen Satya Wacana apakah saya bisa dibantu?


Nicolaus Fery, bluedoot@gmail.com, 13-10-2008 - Indonesia

Apakah saya bisa kerja praktek di Belanda? saya mahasiswa S1 Teknik Elektro konsentrasi Telekomunikasi Universitas Kristen Satya Wacana apakah saya bisa dibantu?


tara, 03-12-2007 - indonesia

saya ingin bisa kerja praktek di belanda. saya sedang kuliah di fakultas komunikasi jurusan jurnalistik. ada yang bisa beritahu infonya? terima kasih


meta, meta_bennington@yahoo.com, 13-09-2007 - indonesia

saya pengen nyari kerja praktek di belanda juga,,disana ada lowongan kerja praktek di bidang mikrobiologi g soale sekarang saya masih kuliah di jurusan biologi??kalo ada tolong email saya.. atas infonya saya ucapkan terimakasih


anita ginting, 06-09-2007 - Belanda

belajar bahasa belanda ? mengenal kultuur belanda? silahkan hubungi kami


Flemming, 22-03-2007 - Indonesia

Saya pengen juga bisa kuliah dan kerja di Belanda. Bisa tolong beritahu caranya? Trims


ali nasrun, nasrun@freenet.de, 07-02-2007 - germany

Praktek sebagai student juga merupakan kewajiban di Jerman gaji di Jerman biasanya dua kali dari Belanda. Lamanyapun juga anatara 3- 6 bulan. Kemudian nanti sekali lagi sewaktu mengambil titel akademisnya. Praktek merupakan tenaga kerja murah di Eropa barat. Praktek sudah merupakan sumber bagaimana mendapatkan tenaga murah secara legal. Walaupun demikian para student mendapatkan imbalan yaitu pengalaman bagaimana meng-jalani systim kerja disuatu perusahaan atau instansi. Dengan kata lain membiasakan diri dengan masalah rutine. Yang menentukan dengan status serius, kalau praktek untuk mencapai titel akademis. Demikian juga kalau mengambil tenaga kerja akdemis untuk S3. Masalahnya sangat mirip. Sebab hasil kerja para praktikan adalah kepunyaan mutlak perusahaan atau instansi tsb. Tenaga akademis yang akan mengambil S3, secara tidak langsung menyumbangkan tenaganya untuk beberapa projek yang mahal.


Nina, n_ee_na@yahoo.co.uk, 07-02-2007 - NL

Soal ijin kerja, bervariasi kayaknya ya :). Dari pengalaman saya 2 kali internship. Tahun 2005/2006, saya engga butuh working permit CWI, cuma bawa kopi paspor sama ID. Tahun 2006/ 2007 saya butuh working permit yang pake banyak paperwork. Saya denger sekarang buat internship harus ada surat pengantar dari sekolah kalo student bener2 harus internship soalnya ditakutkan banyak perusahaan yang melarikan diri dari bayar tax dan tunjangan :(... Anyway, websitenya bagus :).. bagus buat tukar cerita :).. sukses ya.


Berikan tanggapan Anda



Nama
Email
Alamat email tidak ditampilkan
Alamat email ditampilkan
URL
Kota
Negara
Komentar
  Ketiklah huruf-huruf di bawah ini dalam kotak teks guna mencegah email SPAM
 
Kirimkan salinan komentar ini ke email saya