Radio Nederland Wereldomroep

Bulan Mendota

10-04-2007

Mengunjungi Amsterdam adalah salah satu kota yang tidak boleh dilewatkan ketika kita berjalan-jalan ke Belanda. Banyak sekali yang bisa dikunjungi dari kota kecil yang populasinya berjumlah 16,4 juta orang ini. Salah satu yang mungkin menarik bagi orang Indonesia adalah Zeedijk dan Nieuwmarkt, daerah china town Amsterdam.

Sebelah 'lampu merah'

de waag.jpg

Cafe De Waag

Zeedijk dan Niewumarkt terletak di sebelah timur dari Amsterdam Central. Apabila kita naik metro, hanya berjarak satu stop dari Amsterdam Central. Apabila ingin sambil berjalan-jalan menikmati Amsterdam, keluar dari Amsterdam Central, jalan lurus ke arah Dam Square, sebelum Bijenkorf, ambil arah ke kiri dan disitu kita akan menemukan banyak jalan-jalan kecil yang semuanya menuju ke arah china town ini. Apabila kalian menemukan banyak sekali 'lampu merah', berarti kalian sudah berada di arah yang benar. Yup tepat sekali, china town ini bersebelahan dengan daerah red-light district, yang merupakan simbol ‘sin city’Amsterdam.

Nieuwmarkt  dahulu kala dijadikan oleh NAZI sebagai salah satu tempat penampungan bangsa Yahudi yang akan dikirim ke tempat konsentrasi. Salah satu simbol Nieuwmarkat adalah çafe De Waag, yang berbentuk seperti kastil istana. Di sekelilingnya, banyak cafe-cefe kecil dan juga restauran Asia bertebaran.

Toko dan restoran Asia
Toko Oriental, adalah salah satu pemasok produk-produk Asia yang bisa ditemukan di daerah Niewmarkt ini. Terletak dekat dengan pintu masuk metro Niewmarkt, membuat Toko Oriental menjadi sangat mudah dijangkau. Toko Oriental ini juga termasuk salah satu toko yang mempunyai produk Indonesia yang cukup lengkap. Mulai dari Indomie, bumbu-bumbu Indofood, rempah-rempah Indonesia yang cukup lengkap dalam bentuk kering atau halusnya, tempe, tahu, saos botolan, sampai tepung ketan dan bumbu pecel semua ada disana. Selain barang-barang Indonesia, di toko ini juga ditemukan bumbu-bumbu dari negara Asia lainnya seperti bumbu masakan Jepang, Cina dan Korea.

zeedijk2.jpg

Zeedijk

Memasuki jalan Nieuwdijk, kita akan menemukan banyak sekali restoran oriental bertebaran. Selain restoran oriental, kita juga akan menemukan banyak toko-toko yang menjual sesuatu yang berhubungan dengan kultur oriental. Beberapa restoran yang bisa dibilang menjadi kegemaran masyarakat Indonesia di Belanda adalah Niew King, Wing Kee, Nam Kee dan Eat Mode. Untuk makanan rata - rata satu orang bisa habis sekitar 10 -15 euro lengkap dengan minumannya. Menu yang bisa dicoba pada restauran tersebut adalah bebek bakar dan sup ‘wan tan’. Masih banyak lagi makanan yang bisa dicoba seperti kangkung, terong, nasi goreng dan juga kerang. Apabila ber ‘budget’ rendah tetapi tetap ingin menikmati makanan di kawasan China Town, bisa mampir ke Chang Express. Disini kita bisa menikmati makanan lengkap dengan nasinya mulai dari harga 3,5 euro. Rindu dengan bubble tea yang populer di Indonesia itu? Kita juga bisa menemukan minuman ini di restoran A-Fushion, salah satu restoran jepang yang ada di Zeedijk.

Kelenteng, coffe shop dan gereja
Di depan Restauran New King, terdapat satu kelenteng kecil yang cukup mencolok di antara gedung-gedung restoran yang lain.
Nama kuil itu adalah Fo Guang Shan He Hua Temple. Kelenteng ini didirikan pada tahun 1994. Walau terlihat kecil, ternyata kelenteng ini adalah kelenteng terbesar di Eropa yang dibuat berdasar ‘style’ kerajaan Cina. Didalamnya kamu akan menemukan patung Kuan Yin, atau nama lain adalah Avalokitesvara Bodhisattva dan patung Budha.

kuil.jpg
Fo Guang Shan He Hua Temple
Lepas dari Zeedijk, kita akan menemukan kawan ‘red-light’  yang terkenal di Amsterdam. Selain jendela-jendela yang memajang berbagai macam wanita, di kawasan ini juga terdapat Erotic Museum dan beberapa Coffe Shop (bukan menjual kopi loh, tetapi menjual ganja!).

Jangan lupakan berkunjung ke Oudekerk, sebuah gereja tua yang didalamnya biasa diadakan pertunjukan seni ataupun pameran foto. Di dalam sejarahnya, Oudekerk (gereja tua) sudah  didirikan sejak 700 tahun yang lalu (1306).

Jadi, kalau kebetulan sedang mampir ke Amsterdam dan rindu masakan oriental yang lezat itu, daerah China Town ini bisa menjadi pilihan kita, apalagi letaknya sangat dekat dengan pusat Amsterdam.

Kata Kunci: china town, jalan-jalan , zona pelajar

Reaksi:


ali nasrun, nasrun@freenet.de, 11-04-2007 - germany

Sama halnya di New York. Disana ada juga China Town. Mereka datang dahulu sejak ratusan tahun yang lalu. Sewaktu USA terbuka dan memerlukan tenaga kerja dengan motto negara yang penuh kemungkinan tidak terbatas. Kita dapat merasakan di Berlin bahwa semua bahan kebutuhan pangan dari Asia dimasukkan dari Amsterdam. Toge dan Tahu di Berlin datang dari amsterdam setiap hari dengan kreta. Kita dapat juga beli Toge dan Tahu asala Berlin, tapi lucunya lebih mahal. Kwalitas dari Amsterdam lebih baik dan murah.


Berikan tanggapan Anda



Nama
Email
Alamat email tidak ditampilkan
Alamat email ditampilkan
URL
Kota
Negara
Komentar
  Ketiklah huruf-huruf di bawah ini dalam kotak teks guna mencegah email SPAM
 
Kirimkan salinan komentar ini ke email saya