Radio Nederland Wereldomroep

Karima Idrissi dan Michel Hoebink

21-08-2007

Karima Tielemans.jpgKarima Tieleman berubah dari laki-laki menjadi perempuan dan enam tahun kemudian memeluk agama Islam. Tetapi di kalangan muslim pun ia tidak diterima seperti diharapkannya. Sudah menjadi nasibnya bahwa ia tidak diterima oleh lingkungannya dan harus melawan penolakan. 'Saya senang dengan kehidupan saya, tetapi berjuang terus kadangkala melelahkan juga.' Demikian Karima.

Tabu
'Sebenarnya saya seorang gadis', katanya. Dia sudah sadar akan hal itu ketika berusia delapan tahun, tetapi baru menceritakannya kepada orangtuanya di masa akil balig.  Mereka terkejut dan membawanya ke dokter. Di tahun 1980an abad lalu, transseksualitas, berubah kelamin, merupakan tabu besar.

Karima dirawat di bagian psikiatri sebuah rumah sakit di kota Utrecht, Belanda tengah. Ia menjalani masa-masa kelam. Ia tidak tamat sekolah menengah - yang juga tidak menerima keadaannya -, ia mencoba bunuh diri dua kali. Satu-satunya yang menerimanya adalah adik perempuannya.

Merasa hidup
Karima Tieleman, 31 tahun, mengenakan jilbab hitam, berbicara dengan lirih dan tampak malu. Setelah mempertimbangkannya cukup lama ia memutuskan untuk menceritakan kisah hidupnya.

Ketika berusia 17 tahun Karima memutuskan untuk tidak lagi melawan dunia tetapi hidup sebagai seorang laki-laki saja. Ia bekerja di perkebunan dan di malam hari ia pergi ke diskotek, melihat kaum perempuan yang baginya tidak mempunyai daya tarik.

Itulah gaya hidupnya selama tiga tahun, tetapi akhirnya dia tidak tahan lagi. Dia memilih mewujudkan keinginannya. Di rumah sakit akademis Vrije Universiteit Amsterdam, VU, ia mendapat dukungan. Di sana sudah tersedia pakar-pakar dalam bidang transseksualitas. Di sana pula untuk pertama kalinya ia diberitahu bahwa keinginannya bisa dikabulkan: ia dapat mempersiapkan diri untuk hidup sebagai seorang gadis. Beberapa tahun kemudian, ketika berusia 24 tahun, Karima menjalani operasi dan dia menjadi perempuan. Ia kemudian bekerja di toko sepatu di Rotterdam. 'Saya merasa hidup setelah operasi itu', katanya.

Tetapi kehidupannya tidaklah gampang. Teman-teman barunya menyingkir semua segera setelah mendengar kisah Karima. Ia juga tidak beruntung dalam asmara. Ia dibohongi oleh pacarnya yang ternyata sudah menikah pula. Sejak itu dia tahu bahwa seumur hidupnya ia akan ditolak. Karena itu dia tidak mau lagi berasmara.

Bertobat
Tahun lalu untuk 'kedua kalinya' dia bertobat. Di toko sepatu tempat kerjanya dia menjalin hubungan baik dengan para pelanggan keturunan Maroko. Mereka adalah perempuan-perempuan muda berjilbab yang bercerita tentang Islam. Karima merasa diterima oleh perempuan-perempuan itu dengan cara yang asing baginya. Dan itulah yang merupakan daya tarik Islam baginya: 'Islam menerima orang apa adanya'. Akhirnya dia memutuskan untuk bertobat. Ia pergi ke sebuah mesjid dan bersyahadat.

Kini dia menyandang nama Arab, Karima, dan hidup sebagai muslima. Tapi bukan sembarangan muslima: ia menggarisbawahi kepercayaannya melalui penampilan: nikab hitam dan kaos tangan hitam.

Tetapi Karima tetap ditolak. Di jalanan ia kerapkali dicerca karena penampilannya. Tetapi di kalangan muslim sendiri pun dia ditolak. Di mesjid tempat dia bertobat, baik kaum perempuan maupun laki-laki tidak mau bersolat bersamanya. Imam yang sedikit mengerti keadaannya memberikan solusi: ia menyediakan tempat khusus untuk Karima, jadi tidak bersama kaum perempuan maupun laki-laki. Memang maksudnya baik, tetapi itu justru menyedihkan Karima, karena dia hanya bisa menuju ruangan khusus itu melalui pintu masuk kaum pria.

Agama dan budaya
Karima akhirnya pergi ke mesjid lainnya dan tidak menceritakan kisah hidupnya. Tetapi belum lagi seminggu desas-desus sudah beredar. Ia dipanggil oleh imam yang secara blak-blakan bertanya apakah ia masih mempunyai kelamin laki-laki. 'Tidak!' jawabnya, 'Saya 100 persen perempuan, seperti tercantum dalam paspor saya!' Imam menerimanya dan mengijinkan dia bersolat bersama kaum perempuan. Mereka juga menerimanya. 'Anda perempuan, karena anda bukan laki-laki,' kata mereka dan dengan demikian selesailah sudah masalahnya. Tetapi berangsur-angsur orang-orang di sekelilingnya makin berkurang. Kaum perempuan tidak lagi datang ke mesjid karena dilarang oleh suami mereka, gara-gara Karima. Lagi-lagi ia keluar dari mesjid itu.

Karima memeluk Islam karena merasa diterima. Tetapi kini ia dikejar dan ditolak oleh kaum muslim. Bagaimana mungkin? Karima merenungkannya dan akhirnya menyimpulkan bahwa agama Islam berbeda dari budayanya. Islam itu baik, mengampuni dan menerima dirinya. Tetapi budaya Islam banyak kekurangannya. Kalau orang Belanda menegurnya soal Islam, dan dia harus memberikan keterangan tentang teror Islam, ia memberikan jawaban yang sama. 'Hal-hal yang jelek terdapat di mana-mana,' katanya. 'Tetapi teror tidak ada kaitannya dengan Islam. Islam justru melarang kita melakukan hal-hal itu!'

Berjuang terus
Kini Karima bersolat di pelbagai mesjid di Den Haag dan Rotterdam. Walaupun bermasalah dengan saudara-saudara seimannya, hubungannya dengan Allah tetap baik. Kadangkala Karima berjam-jam di mesjid berkomunikasi dengan Allah. Ia bisa mengerti sikap orang-orang yang menolaknya. 'Alhamdulilah, saya bahagia dengan kehidupan saya. Tetapi kadangkala melelahkan karena setiap hari harus berjuang.'

Kata Kunci: anda perempuan, berubah kelamin, islam, karima, ranesi, rnw, tabu, transseksual, transseksual muslim, transseksualitas

Reaksi:


jack, 13-09-2007 -

kalau Allah sudah menciptakan kelamin laki-laki jangan diganti. si dorce itu khan tidak tau malu, pasti dalam hatii kecilnya akan menyesal.


cem, 30-08-2007 -

sex


seventinus, seven_tinus@yahoo.co.in, 30-08-2007 - Indonesia

heran belanda adalah negara yang termasuk bebas yach dalam urusan seksual disana komunitas gay dan lesbian juga lumayan besar kant, sex adalah legal!! kenapa urusan transeksual seperti ini masih diperdebatkan yach? kita inget di Indonesia ada dorce gamalama yang awal awal memang sulit diterima!! tapi ibadah dan keputusannya untuk merubah kelamin adalah tanggung jawabnya secara vertikal ke tuhan yang maha esa


Riant O Malonda, 24-08-2007 - Indonesia

Memang sulit bagi Karima, tapi teruslah berjuang.Memang perlu waktu dan proses untuk masyarakat sekitarnya menerimanya.


dedec, 23-08-2007 -

Di Indonesia yang memiliki pemeluk islam terbesar di dunia lebih tolerans. Dorce juga menjalani proses yang dialami Karima, tapi buktinya Dorce bisa menjadi seorang entertainmen dan diterima semua kalangan. Siapa yang benar? walahualam. Yang jelas berbuat baik jauh lebih baik dibanding membuat orang menderita.


ali nasrun, berlinconsulting@gmx.de, 22-08-2007 - germany

Kejadian semacam itu, tentunya bukan kehendak yang dibuat-buat oleh karima. Tapi suatu kejadian alamiah. Suatu kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan karima. Konon kabarnya kejadian seperti ini adalah akibat kehidupan modern manusia sehingga secara biologi terjadi perubahan atau kejadian yang menakjubkan seperti kejadian lain dalam mulai hubungan kelamin sampai hamil seorang wanita. Yang pada akhirnya terjadi kelahiran yang tidak sesuai seperti kejadian yang normal. Tanggapan atau reaksi manusia terhadap kejadian demikian selalu melihat hanya dari segi luarnya dan tidak memikirkan sebab musababnya.


Hamba Allah, 22-08-2007 - Indonesia

(mohon email tidak ditampilkan) Saya simpati dengan Anda. Keingin Anda yang tulus menjadi muslim akan semakin afdol jika Anda tetap berpendirian bahwa Anda adalah laki-laki. Dan berperilakulah dan katakan kepada semua orang bahwa Anda adalah laki-laki. Operasi yang telah Anda lakukan telah melawan hukum Allah, sekarang Anda sadar akibat perlawanan itu. Kembalilah ke kodrat yang telah dikaruniakan oleh Allah, walaupun sekarang telah tidak sempurna lagi. Insyaallah masalah Anda selesai. Semua ini adalah (mohon maaf) kesalahan Anda untuk melawan kodrat Allah. Dan bertaubat dan kembali adalah satu-satunya jalan. Maaf jika tidak berkenan di hati.


Berikan tanggapan Anda



Nama
Email
Alamat email tidak ditampilkan
Alamat email ditampilkan
URL
Kota
Negara
Komentar
  Ketiklah huruf-huruf di bawah ini dalam kotak teks guna mencegah email SPAM
 
Kirimkan salinan komentar ini ke email saya