Radio Nederland Wereldomroep

Kantor Berita 68h

07-05-2007

Peristiwa yang merenggangkan hubungan antar umat beragama kembali terjadi. Kali ini Jemaat Gereja Imanuel Pantekosta Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara dipaksa menghentikan pembangunan rumah ibadah mereka. Bahkan kegiatan menjalankan upacara keagamaan rutin pun sampai dilarang, dengan alasan mayoritas warga beragama Islam. Namun, sebagian warga mensinyalir kejadian itu dipicu oleh desakan kelompok tertentu. Benarkah maraknya intoleransi antar pemeluk agama memang karena faktor keyakinan? Atau hanya disulut oleh kelompok-kelompok tertentu?

Minggu 29 April 2007, di Gereja Pantekosta Jemaat Imanuel Sukapura Cilincing Jakarta Utara. Dua ratusan jemaat bersembahyang melambungkan puji-pujian kepada Tuhan.

Hari itu adalah kebaktian pertama yang digelar jemaat Kristen Pantekosta di calon gereja mereka. Calon gereja, sebab hingga hari itu belum ada bangunan gereja di atas tanah seluas seribu meter itu. Hanya sebuah bedeng berupa tiang-tiang dengan atap seng. Tanpa dinding.

Didatangi
Tapi hari itu mereka tak bisa beribadah nyaman. Belum tuntas semua ritual dilakukan, dua ratusan orang yang mengaku warga sekitar datang. Mereka minta sembahyang dihentikan, juga pembangunan gerejanya.

Warga yang datang mengaku tinggal di sekitar di lingkungan gereja. Ketua RW O8, Kasirin mengatakan warga keberatan dengan gereja itu sebab mayoritas penduduk beragama Islam.

Kasirin: Warga tetep menolak. Dari pihak gereja kalau izin tidak keluar, dia akan menghentikan aktivitas. Ada RW 08, 07, 06, 04 dan 010. masing-masing RW masih bisa meredam massa. Kalau tidak diredam mungkin bisa terjadi kekerasan

Mereka datang dari berbagai RW di sekitar gereja. Di corong sejumlah masjid, pagi itu juga sempat dikeluarkan ajakan untuk mendatangi gereja.

Haji Jamal, ketua Masjid Baitul Rahim di RW.08 Kelurahan Sukapura.

Jamal: Kemarin ada himbauan. Itu anak-anak muda. Jadi sebenaranya saya sudah melarang jangan sampai itu. Tahu-tahu kecolongan saya kaerena saya di sana. Sebetulnya kurang tepat karena di sini lingkungannya muslim. 90 persen muslim.

Tetap datang
Upaya menghalangi jemaat Kristen untuk bersembahyang itu telah dilakukan sejak pagi hari. Warga menutup jalan menuju ke gereja. Akibatnya jamaah Kristen terpaksa menyusur lewat jalan setapak di sisi jalan. Ada juga yang nekat melewati bawah tiang portal.

Menurut Samuel E. Repi, salah seorang jemaat, meski dihalangi, para jemaat kristen tetap datang ke gereja mereka. Samuel juga wakil ketua panitia pembangunan gereja

Samuel E. Repi: Jam 6:35 saya nyampe di depan portal PT Pelindo II yang biasa masuk, jadi ngga bisa masuk karena dipalang beberapa bapak-bapak warga sekitar. Akhirnya lewat jalan setapak. Jam 7:20 jalan setapak juga ditutup, jadi kita harus molos lewat portal bawah. Jadi ibu-ibu pun harus bungkuk. Jam 8 kita ibadah, di portal itu justru sudah berkumpul sekitar 100 orang.

Setelah bersusah payah masuk areal gereja, pagi itu, kebaktian pun dilakukan. Samuel E. Repi berlanjut.

Samuel E. Repi: Jam 8.15 massa masuk berkumpul di depan bedeng. Jam 8.35 massa sudah berteiak, "hentikan ibadah!" Satu kata, "bongkar! Bakar !" terus mereka memaksa masuk. Terus kita pasang spanduk, spanduk itu mereka paksa turunin. Setelah dituruinin mereka senang.

Anggota jemaat lain, Hana Ciwanggana menceritakan peristiwa pagi itu.

Hana Ciwanggana: Sampai akhirnya kita harus keluar seperti tawanan (ketawa). Nggak bebas. Kita keluar dalam suasana mencekam. Memang ibadah utamanya sudah selasai. Tapi sebenarnya setelah ibadah itu masih ada acara. Cuma kita tidak bisa teruskan lagi.

Akibat peristiwa itu, Hanna sedih memikirkan keberagamann di tanah air. Sebab ia yakin betul konstitusi Indonesia menjamin kebebasan setiap orang untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya. Tanpa dihalangi, apalagi ditindas.

Tak ada bentrok fisik antara jemaat gereja dan para pendemo hari itu. Meski belum selesai, para jemaat terpaksa mengakhiri ibadah. Para pendemo pun berjanji datang lagi ke tempat tersebut jika Minggu besok masih ada sembahyang Kristen di tempat itu.

Persetujuan
Gereja Pantekosta Jemaat Imenuel Sukapura berada di areal tanah milik pelindo II. Tanah itu saat ini masih berupa lahan kosong seluas 35 hekter. Jarak perumahan terdekat dengan gereja tersebut sekitar 500 meter. Sekali lagi, gereja seluas seribu meter itu itu pun sebenarnya belum jadi. Masih berupa bedeng tiang-tiang kayu dan atap seng. Di sekelilingnya ada tembok setinggi satu meter. Ada 400 jemaat kristen di daerah Sukapura yang menggunakan gereja itu.

Syamsyudin, kepala keamanan areal tanah Pelindo II.

Syamsyudin: 35 hektar baru lima. Yang ada duit bangun duluan. Kalau gak ada duit tanahnya tahan duklu. "Mereka karyawan Pelindo semua?" Tanah ini sebagian dijual sama orang luar. Pelindo kayak saya punya, saya jual. Saya oper. Tanahya pelindo tadinya.

Pelindo II masuk ke daerah situ sekitar tahun 2004. Sebelumnya itu adalah tanah kosong. Sementara pihak gereja mengaku sudah memilki tanah itu sejak 1998. Menurut Pendeta Paul E. Repi pihak gereja sudah mendapat persetujuan warga pada tahun 2004 untuk membangun gereja di tempat tersebut.

Paul E. Repi: Maka kami juga berusaha untuk masuk ke lokasi yang ada sekarang dengan mempersiapkan segala surat yang diperlukan. Planinng, block plan dari tata kota telah kami dapatkan. Terakhir kami buat sertifikat tanah itu atas nama gereja. Lalu kami ajukan permohonan izin prinsip izin gubernur. Berkas kami sudah di Dinas Bintal DKI. Semua persyaratan sudah kami penuhi, termasuk persyaratan SKB/SPB. Kami sertakan KTP 90 dan 60 kami sertakan.

Gereja Kristen Pantekosta sebenarnya sudah 17 tahun berada di wilayah Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara. Mula-mula mereka melakukan ibadah di rumah jemaah, bergilir dari satu rumah ke rumah lain. Tapi rupanya warga sekitar tidak suka.

Pindah-pindah
Pendeta Paul bertutur, pada tahun 1991 lalu jemaat Kristen Pantekosta di Sukapura pernah mendapat perlakuan menyakitkan.

Paul E. Repi: Setelah ibadah di rumah, kami tidak disetujui warga, lalu kami berpindah-pindah. Pada waktu di jalan Semarang kami diserbu juga. Bahkan ada yang dipukul. Kami juga dipukul waktu itu. Akhirnya kami beribadah pindah tempat. Kami di Komplek walikota, juga ribut. Gak boleh katanya di rumah. Jadi sementara ibadah tahun 1992 kami diserbu juga. Lalu kami di jalan Kakak Tua. Tahun 1993 ada ribut lagi nggak setuju.

Sejak itulah mereka berpikir akan membangun gereja sendiri. Baru pada tahun 1997, mereka mendapat pinjaman tempat dari sebuah perusahaan. Di situlah kemudian dilaksanakan kebaktian setiap hari Minggu. Pinjaman yang semula diberikan untuk satu tahun, memanjang hingga 10 tahun. Selama itu tak ada konflik dengan warga. Bukan cuma itu, para jamaah Kristen pun berbaur dengan warga sekitar. Di hari Raya Iedul Fitri, misalnya, warga Kristen ikut menjaga wilayah yang banyak ditinggal mudik penghuninya.

Samuel E Repi, salah seorang jemaah.

Samuel E. Repi: Kami di sini berada dalam kejelasan selama 17 tahun, kami diterima baik, waktu ketika kami berada di bedeng sementara di RW 07 kami diterima dengan sangat baik kami memberi mereka memberi, apalagi Idul Fitri kita memberi karena rata-rata pendatang pada pulang kampung kita jaga Sukapura ini, karena yang ada di sini kita sudah urus semua sesuai SKB 2 menteri.

Adanya kebersamaan itu juga diakui oleh Suwantoro, ketua RW 07 Kelurahan Sukapura.

Suwantoro: Setiap hari raya Iedul Fitri kita adakan saling menjaga lingkungan. Nanti pas Natal muslim jaga. Itu memang sudah berapa priode kita lakukan.

Pada 15 April 2007 kemarin, mereka terpaksa keluar dari gereja pinjaman itu karena pemilik tempat hendak menjualnya. Maka para jemaah pun sepakat memindahkan gereja mereka ke lahan baru yang telah mereka beli 10 tahun lalu itu. Tapi ternyata mereka ditolak warga.

Mayoritas muslim
Kasirin, ketua RW 08, bahkan mengumpulkan tanda tangan penolakan warganya. Alasan mereka, para pemilik kapling di lahan kosong milik Pelindo II itu mayoritas muslim..

Kasirin: Warga keberatan karena di sekitar gereja penduduknya muslim. Spontanitas saja. Begitu ada gereja kan baru semingguan. Jadi hari Sabtu, hari Minggu mau dipake perdana. Lingkungan gereja kan masih banyak tanah kosong jadi pagi-pagi buat oleh warga sekitar sehinga bisa melihat langsung kegiatan itu.

Alasan yang lebih aneh dikemukakan oleh Haji Jamal, ketua Masjid Baitul Rahim. Katanya warga pemilik kapling khawatir gereja bisa membuat harga tanah di daerah itu turun.

Jamal: Di samping secara ekonomi nanti jadi jatuh harganya. Secara ekonomi harga tanah mungkin orang-orang sebelahnya muslim semua, jadi orang gak ada yang mau beli kalau kita jual. "Hubungannya sama gereja?" Berisik kalau kita tempatin. Terus kalau kita jual mungkin nilainya jadi jatuh karena kalau yang beli muslim, ah nggak jadi ah. Secara pribadi saya punya kekhawatran seperti itu.

Haji Jamal punya kapling tanah di situ. Ia bukan karryawan Pelindo. Ia membelinya dari salah seorang karyawan.

Tidak ada konflik
Lurah Sukapura, Jakarta Utara, Ade Himawan menolak jika dikatakan sudah ada konflik antara warga dengan para jamaah gereja Pantekosta Sukapura. Menurut dia keberatan warga semata karena belum adanya izin yang dipenuhi pihak gereja.

Ade Himawan: Pada prinsipnya pemerintah, terutama aparat yang di bawah sebagai pelaksana, tidak melarang siapapun, umat beragama apapun untuk melaksanakan ibadah. Namun, dalam ibadah itu ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi berdasarkan peraturan yang ada. Termasuk dalam hal perijinannya.

Ade Himawan membantah terjadi pengekangan dalam menjalankan ibadah terhadap agama tertentu didaerahnya. Dia berharap, masyarakat dapat menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya tanpa dikekang oleh masyarakat atau kelompok lain.

HAM
Harapan itu juga disampaikan Pendeta Paul Repi. Paul mengaku, jemaah kristen di Sukapura tidak meminta yang berlebihan. Mereka hanya minta dibolehkan membangun tempat di mana mereka bertemu Tuhan.

Paul E. Repi: Apakah kami tidak bisa hidup di negeri ini? Apakah kalau memang mesti dibelah ya sudah stop NKRI. Kami diusir masuk Indonesia Timur. Saya pulang ke Manado. Lo yang Batak pulang. Kita tak perlu lagi bicara NKRI atau demokrasi. Berarti seolah-olah tanah ini punya sekelompok orang yang mengatakan saya mayoritas dan saya yang punya kuasa di sini. Ini masalah hakiki. Ini hak azasi manusia. Kita mungkin, pakaian boleh kita bisa tahan tak enam bulan sampai satu tahun. Tapi kalau kita tidak dikasih makanan rohani, 400 orang kalau dia jadi liar seperti Noordin M Topp, saya kira jadi geger Jakarta. Saya punya kewajiban menjaga moral umat

Windows Media Audio

MP3 Audio

Klik untuk dengarkan
laporan lengkap.
Konstitusi Indonesia, sampai sat ini masih menjamin hak setiap warga negara memeluk dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Karena itu, mestinya pelarangan pembangunan rumah ibadah tidak boleh terjadi.

Kata Kunci: Gereja Imanuel dan Ibadahnya Yang Tak Nyaman

Reaksi:


Halaman: 1 | 2 | >

Alex, 04-12-2008 - indonesia

Sebagai manusia kita seharusnya malu jika melarang orang lain beribadah. Jika dibilang org Kristen mengganggu, itu hanya omongan org yang IRI saja karena org kristen hidupnya lebih diberkati, penuh damai sejahtera, tdk suka mengganggu org lain. Untuk org islam, sy hanya mau katakan bahwa kalian semua MUNAFIk. Mengapa munafik, krena kl ibadah SANGAT AMAT MENGGANGGU dengan corong yg besar dan keras sekali sudah begitu msh menghina org Kristen menggangu. Selama ini yang buat kekacauan di Indonesia selalu org Islam, org Kristen hanya diam saja karena bkn tdk berani melainkan memang hal itu sepantasnya dilakukan oleh org BENAR dan beragama. Dan perlu th mengapa org islam sy katakan MUNAFIK, krn kl ngomong tuhannya pintar sekali tp perbuatannya seperti binatang semua n ga ada otaknya (nyiksa, bunuh, ganggu ketentraman org lain). Byk tuh buktinya...kasus bom2 n penganiayaan yg mengatasnamakan Tuhan. Pikir donk pake otak bg para org islam yg ga suka sm org Kristen!!!!


Siswono, 16-09-2008 -

Memang Islam Indonesia Sok Suci, padahal di negara lain kagak begitu amat, itulah yang disebut ketololan orang Indonesia, gampang di adu domba, pada di ketawain orang Arab gampang aja kirim aja TKW kesan biar di perkosa semua, entar juga jadi keturuna Arab Bodoh


Siswono, 16-09-2008 -

Memang Islam Indonesia Sok Suci, padahal di negara lain kagak begitu amat, itulah yang disebut ketololan orang Indonesia, gampang di adu domba, pada di ketawain orang Arab gampang aja kirim aja TKW kesan biar di perkosa semua, entar juga jadi keturuna Arab Bodoh


budi sutiekno 022 92404922, budi_sutiekno@yahoo.com, 06-05-2008 - indonesia

kepada seluruh umat kristiani harap bersabar ingat Tuhan Yesus pernah berkata bahwa kita sebagai umatnya akan mengalami p[enderitaan.jadi mohon sabar. dalm nma bapa,putra,dan roh kudus amin


desi, 09-11-2007 -

kalau dibangunnya di daerah yang mayoritasnya kristen silahkan, tapi kenyatannya gereja selalu di dirikan di daerah yang notabene muslimnya justru mayoritas. Tidak ada koq yang melarang mendirikan gereja asal ada kejelasan perijinan. Jangankan mendirikan gereja, membangun rumah saja harus ada perijinan yang jelas. Maaf bila tidak berkenan.


raden setodewo, 09-10-2007 -

biarin aja mereka membenci umat kristen.kalo gak ada kisah menyedihkan seperti itu, ntar gak ada dong semangat perjuangannya.


ALI MUBROK , 31-08-2007 - INDONESIANA

MUAK SAYA LIAT ORANG ISLAM INDONESIA YANG MENJIJIKKAN INI. DENGAN JIDAT YANG HITAM2(BEKAS DIJEDUTIN KE LANATI)MEREKA BANGGA MENGHANCURKAN UMAT KRISTEN....CUIHHHH CARA YG BUSUK...SEKALI LAGI CUIHHHHHH....BUAT UMAT ISLAM INDONESIA. SAYA BERANI MATI DEMI AGAMA SAYA YAITU KRISTENNNN HANYA SATU TUHAN SAYA YAITU YESUS.


hardi, 23-08-2007 - Indonesia

Kenapa umat Islam didunia ini tidak maju2 karena pemimpinnya berjiwa sempit. Dan banyak umatnya yg berjiwa pengemis. Yang maju cuman berapa persennya saja. Maunya yg maju itu ngikut yg ngak maju2, ya.. siapa mau. kembali ke Zaman batu..zaman batu...zaman batu. otakpun beku kaya batu...batu....batu.. keras Hanya Bencana dan Azab dari Tuhan Yang Maha Kuasa yg dapat merubahnya, iyupun masih belum berubah. Ya..susah Oom. kalau ssdh kolot..ya kolot sekalian. Selamat tinggal dari Kereta....daaggg


mona, 09-08-2007 - indonesia

sangat disayangkan kalau orang ingin beribadah kepada Tuhan tapi dilarang apakah mereka tidak tahu dan takut siapa kepada Tuhan melarang orang untuk datang beribadah, tidak sadarkah kalian karena melarang orang beribadah bencana silih berganti di negeri ini sadarlah sebelum indonesia menjadi semakin hancur dan berantakan


cute_pink, 02-08-2007 - nn

priscila gw ga stuju klo dilihat apakah semua masjid yg berdiri di indonesia banyak yg punya IJIN????????????????????


Priscilla , 31-07-2007 - Indonesia

Saya sangat setuju dengan diusirnya jemaat kristen yang beribadah dan membangun gereja di pemukiman yang mayoritas beragama selain kristen. Apa motivasinya, jangan berdalih toleransi, orang islam gak butuh banget kok ketika idul fitri dan rumah ditinggal mudik, rumahnya dijaga orang kristen, yang berkata demikian hanya mencari pembenaran saja. Orang Kristen silakan beribadah, tapi jangan mengusik ketentraman agama lain. Karena ada suatu kebiasaan yang betul betul terjadi di masyarakat. Kristen itu kalo minoritas, dia akan menuntut toleransi, kalau kristen dan non kristen seimbang, dai akan menekan, dan kalo kristen mayoritas, maka dia akan menindas. Itu banyak terjadi dan terbukti. Makanya kristen silakan ibadah, tapi sekali mengusik ketentraman dan berniat busuk, HARUS BANTAI.


Cinta Damai, iskanmudyahoo@hcc.nl, 14-05-2007 -

satu nusa satu bangsa satu bahasa kita tanahair pasti jaya untuk slama2nya indosia pusaka indonesia tercinta nusa bangsa dan bahasa kita bela bersama


si bloon semua, 14-05-2007 - luar negeri

Apa orang imdonesia itu memang sudah mengetahui bahwa melalui agama utk memecahkan indonesia sehingga menjadi kecil dan mudah dikuasai. Irank saja ingin dibuat mereka menjadi negara federal. Dan ide ini bukan si amrik saja yg menginginkannya tapi seluruh negara rakus. Dan pemim pin negeri ini bersedia dibayar utk menjalankan skenario ini. Mereka itu me rusaknya bersama-sama baik dari ausie,europa,kanada, amerika termasuk negara2 tetangga yg juga meninginkan keuntungan ini. Sebenarnya memang sudah susah utk menentukan siapa2 saja yg tinggal utk mempertahankan indonesia itu sendiri. Dalam hal ini melalui agama pada saat ini adalah saat yg paling tepat utk merusak bangsa. Dan yg anehnya si kristen itu sekarang ini sanagt giat2nya mengembangkan agamanya dan sebelumnya tidak begitu Sepertinya ada misi juga karena ikut merusak tata kehidupan berbangsa. Sudahlah, orang kulit putih jangan selalu dibanggakan karena yg menangis disini hanya 10% saja dg kehidupan bangsa kita. Sekarang mereka itu ber- bondong2 ingin menguasai ekonomi kita dan kemudian uangnya mereka pin- dahkan pada hari berikutnya dan kita menerima kehancuran ekonomi dan rak- yat melarat kemudian saling berbunuhan sesamanya kulit coklat di indonesia. Apa ini tidak tujuan dari mereka itu ?. Seperti seorang pendeta disini pernah mengatakan bahwa buat mereka itu miskin, bodoh dan kuasai. Dan jika telu- suri cerita orang afrika bahwa tentara2 barat banyak yg keluar dari gereja utk membunuh rakyat lokal. Pastor2 itu sepertinya mata2 mereka. Rakyat disuruh mempercayai agama kriten tetapi mereka2 disini tidak percaya dg tuhan. Se- pertinya memang agama itu jalan yg mereka gunakan utk maksud2nya. Mungkin orang2 kristen di indonesia tidak tahu akan maksud dari semua ini ka rena kita kurang mengetahui sejarah orang2 kulit putih sendiri dan bagaimana isi otak2 mereka itu sampai saat ini. Cerita yg beginian sudah lebih dari 200-300 tahun yg lalu terjadi di afrika sana tentang gereja2 yg dibuat didaerah lainnya. Sudahlah, terima saja keadaan di indonesia, jangan teriak2 humanright, demok- rasi sampai diberitakan keluar negeri sana. Karena nantinya tangan kamu juga yg dipergunakan oleh kapitalis2 itu utk membunuh keluarga kamu. Sekian


tham effendie abdu'lkadir, 13-05-2007 - indonesia

sering kita terjebak dengan ambisi selalu ingin menjadi besar tanpa peduli dengan lingkungan sekitar. oleh karena itu atanama asasi manusia halal rambu sosial dilanggar dan kehidupan bernegara dinisbikan. negara dianggap mempersulit warga dengan berbagai dalih serta ketentuan yang merugikan dan yang paling absurd merasa dimarjinalkan. bahwa mereka adalah kelompok kecil penyandang isme tertentu, demikian pula asal-muasal mengapa mereka diberi kebebasan oleh kelompok yang dominan tak pernah mengemuka saat keluhan diekspos di berbagai media.


Dwi Budhi Rahardjo, 12-05-2007 - Indonesia

Sangat menyedihkan tapi itulah Indonesia yang katanya penuh toleran, bagi semua pemimpin agama perlu merenungkan bahwa dengan cara apapun tidak ada kehormatan justru kenistaan yang akan diperoleh jadi buat apa kekerasan.


Halaman: 1 | 2 | >

Berikan tanggapan Anda



Nama
Email
Alamat email tidak ditampilkan
Alamat email ditampilkan
URL
Kota
Negara
Komentar
  Ketiklah huruf-huruf di bawah ini dalam kotak teks guna mencegah email SPAM
 
Kirimkan salinan komentar ini ke email saya