Radio Nederland Wereldomroep

Bahasa Indonesia > Tema > Kamera

Gencet-Menggencet

Bidikan Sepekan

Yuliani Setiadi

16-08-2006

Siapa Berani? Gencet-menggencet, fenomena terbaru di antara para remaja semakin meningkat dan mulai mengkhawatirkan. KAMERA nggak bisa tinggal diam dan turut menyoroti trend ini yang menyebabkan beberapa siswa sampai nekad bunuh diri. Kenapa? Ada apa? Tips-tips untuk menghindari hal ini disajikan untuk kawan-kawan semua.

Kasus-kasus di Belanda
Sebut saja kasus Yolanda, siswa sekolah menengah di Enschede, Belanda Timur. Awal tahun 2006, ada 12 orang teman Yolanda yang usianya antara 12 sampai 14 tahun saling berkirim sms dengan bunyi "Kamu kenal Yolanda? Dia mau bunuh diri malam ini." Lewat sms dan msn para remaja putri ini saling tantang satu sama lain untuk melakukan bunuh diri. Misalnya dengan kata "Siapa berani?" atau " Kamu benar-benar jagoan kalau kamu berani melakukannya". Kelompok ini membuat janji via internet dan HP untuk melakukan bunuh diri.

Untungnya pihak sekolah berhasil melacak para remaja putri tersebut sehinggga bantuan dapat diberikan. Psikolog diundang untuk berbicara dengan ABG-ABG tersebut beserta orang tua mereka. Bahkan salah satu dari mereka harus dirawat secara intensif di pusat psikiatri untuk anak dan remaja. Dan tidak lama kemudian, ada siswa kelas satu sekolah menengah, masih berusia 12 tahun yang nekad bunuh diri! Setelahnya ada remaja lain yang nekad bunuh diri. Yang masih menjadi pertanyaan adalah kaitan ke dua kasus ini dengan ajakan bunuh diri via sms dan internet [kedua kasus ini terjadi di kota yang sama, Red.]

Penggencetan dan ciri-cirinya
Usia remaja merupakan salah satu masa paling labil dalam perkembangan hidup kita. Masa ini merupakan saat penting bagi kita untuk mencari jati diri dan tentunya pengaruh-pengaruh teman-teman alias peer pressure sedang tinggi-tingginya. Secara tidak langsung biasanya remaja memilih untuk bergaul hanya dengan orang-orang yang dianggap cool atau sama dengan mereka. Bagi yang tidak dianggap "keren"? Siap-siap saja diledeki, diganggu, dicemooh, atau digencet.

abgBiasanya yang melakukan pengencetan ingin membuktikan diri sebagai jagoan di depan teman-teman pergaulannya dan secara subconcious [tidak sadar, Red.] ingin merasakan superioritas diri dengan merendahkan orang lain. Korban penggencetan? Biasanya yang dipilih adalah orang yang "berbeda", biasanya secara penampilan. Entah penampilannya berbeda, cara berbicara, kemampuan materi, keadaan keluarga, dianggap belagu, dan sebagainya. Ciri-ciri lain yang umum adalah jumlah orang, penganggu selalu berjumlah lebih banyak dari pada yang diganggu karena kalau sudah satu lawan satu biasanya tidak berani.

Level penggencetan
Tingkat bullying memang bervariasi, dari sekedar dikata-katai dengan ledekan yang menyerang ke arah pribadi seperti "Iiih kamu gendut" atau "Kamu nggak guna". Pokoknya dengan maksud merendahkan, mempermalukan, dan menghina. Ada juga tindakan pengucilan, jadinya sekelompok besar memilih untuk mengacuhkan orang tersebut seperti dengan tidak diajak bicara sama sekali, tidak diajak bermain, tidak diundang, bahkan tidak digubris dan tidak dianggap ada.

Aksi lain adalah dengan back-stabbing [ditikam dari belakang, Red.]  dan bersekongkol untuk menghancurkan orang tersebut, contohnya dengan menyembunyikan barang-barang orang tersebut, merobek buku pelajarannya, menjelek-jelekkan di depan guru dan teman-teman, dan lain-lain. Tingkat terakhir adalah dengan aksi kekerasan, si korban dipukuli dan ditendang, ditelanjangi ramai-ramai, atau diambil uangnya. Trend yang terbaru adalah sms dan msn yang mendorong bunuh diri.

stressSulitnya menjadi remaja
Yang membuat tindakan penggencetan semakin buruk adalah frekuensi bullying yang hampir setiap hari, setiap saat dalam periode lama, sehingga menimbulkan trauma bagi sang korban. Si korban biasanya berakhir menjadi depresi, stres, rendah diri, menolak untuk pergi ke sekolah, bahkan di kasus terburuk bunuh diri! dan mungkin membunuh orang lain, ingat nggak kasus Columbine Highschool di mana dua siswa datang ke sekolah dan menembaki teman-teman mereka sebagai aksi balas dendam sebelum akhirnya menembak diri sendiri! Dari tragedi tersebut 12 meninggal dan banyak yang mengalami trauma.

Untuk kawan KAMERA yang diganggu, sebaiknya laporkan hal tersebut kepada pihak otoritas seperti guru atau orang tua. Setidaknya keluarkan uneg-uneg kamu supaya tidak terlalu terbebani. Apabila penggencetan tersebut terus berlanjut ada baiknya apa bila kamu pindah sekolah. Ingat aja kalau kamu itu unik dan orang lain nggak berhak untuk mengganggu kamu untuk itu. Untuk kawan KAMERA yang selama ini melakukan bullying, hentikan saja deh, coba kamu taroh diri kamu di posisi si korban, sedih dan kasihan kan? Kalau kamu berusaha menghentikan aksi penggencetan mungkin kamu akan dijadikan korban juga, tetapi setidaknya kamu tahu kamu benar dan dewasa. Nah kawan KAMERA tetap jalanin dan ikutin hidup kamu secara sehat dan bertanggung jawab! Stay tune!

Kata Kunci: abg, bunuh diri, gencet-menggecet, kamera, remaja, sekolah

Reaksi:


Atiek Hayati, 07-09-2008 - Indonesia

Uuuh ternyata sms itu bisa segitu membahayakannya ya. maka dari itu mulai dari sekarang buat temen2 remaja yang lagi seneng2 nya smsan hati2 dengan bentuk sms seperti itu. jalani ja hidup ini apa adanya dengan PD ngapain minder selagi kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Cah YOOO. Te2p Semangat yyyyyy.


wuryantopo a sidik @dosQradio, 28-08-2008 - Indonesia

saya menunggu kabar balik dari Ranesi, dapatkah saya memperoleh transip untuk saya siarkan di radio yang saya kelola di Bogor, tepatnya di Cileungsi. Terima kasih.


wuryantopo a sidik, 15-07-2008 - indonesia

saya senang dapat membaca artikel-artikel ranesi via internet, yang dahulu pada tahun pertama saya mendengar ranesi hanya via sw radio dan memperoleh info2 dari ranesi via surat menyurat. dapatkah saya dapat memperoleh bahan atau trankrip elektronik program acara radio untuk saya siarkan di radio yang saya kelola. Rgds, Wuryantopo a sidik 0817825107


valent, 18-08-2006 - the netherlands

Uhm.. kasus ini kok mirip sama film jepang yang pernah gue tonton, judulnya Suicide Club. Mereka emang "janjian" pengen bunuh diri gitu. Freaky sih...


Berikan tanggapan Anda



Nama
Email
Alamat email tidak ditampilkan
Alamat email ditampilkan
URL
Kota
Negara
Komentar
  Ketiklah huruf-huruf di bawah ini dalam kotak teks guna mencegah email SPAM
 
Kirimkan salinan komentar ini ke email saya