Radio Nederland Wereldomroep

Bahasa Indonesia > Spesial > Pasca Tsunami > Setahun Tsunami

Remaja Aceh dan Ungkapannya

Berita Foto

Eka Tanjung

23-12-2005

Ribuan korban tsunami 26 Desember 2004 di Meulaboh Aceh Barat, masih menghuni perkampungan tenda-tenda bantuan NGO-NGO asing. Walaupun sudah hampir setahun di sana, namun sampai sekarang mereka belum mendapat kejelasan tentang masa depan mereka. Di mana mereka akan ditempatkan setelah ini? Untung saja penghuni kompleks tenda yang tersebar di beberapa titik di Meulaboh berasal dari kampung yang sama pula. Dengan berkumpul dan menghabiskan waktu bersama mereka bisa bertahan.  Lalu bagaimana dengan kalangan remaja? Kelompok usia 10-25 tahun biasanya menghabiskan waktu luar sekolah dengan bermain bersama kawan-kawan. Berikut berita foto sejumlah remaja dari Meulaboh.

 Remaja-01-Rudi.jpg  Remaja-02-Wati.jpg

Rudi, 18 tahun, hanya bisa nonton 'pertandingan' volley karena batuk-batuk setelah tsunami. Tapi ia tidak pergi ke dokter karena ibunya yang biasa mengantarnya hilang ditelan tsunami bersama ayahnya. Kini Rudi sering berkumpul dengan teman-teman untuk mengatasi kesedihan yang selalu ketika dia sedang sendiri.

Wati, 13 tahun, tidak kembali ke bangku sekolah karena tidak ada biaya. Ia harus membantu orangtua mencuci pakaian 5 orang yang membuat tusuk sate untuk kakaknya yang berdagang sate. Ia rindu bersekolah lagi dan main bola basket

 Remaja-06-Badminton.jpg  Remaja-09-Gadis-Kaget.jpg

 Asyik bermain badminton menjelang magrib di pelataran kompleks tenda di Tenda Suci Meulaboh

 Gadis mungil dari kampung pengungsi ini menatap penuh curiga pada bidikan kamera

 Remaja-05-Volley.jpg  Remaja-03-Siswa-Ceria.jpg

 Bermain bola volley sambil mengenakan kaos dengan nama bintang sepakbola Ronaldinho. Dengan bermain bersama mereka bisa melupakan trauma tsunami. Walaupun hanya sejenak.

 Anak-anak SMP tampak ceria. Walaupun harus menumpang dan sekolah siang di gedung SMU 1 Meulaboh, semangat mereka tak kendur.

Kata Kunci: aceh, meulaboh, tsunami

Berikan tanggapan Anda



Nama
Email
Alamat email tidak ditampilkan
Alamat email ditampilkan
URL
Kota
Negara
Komentar
  Ketiklah huruf-huruf di bawah ini dalam kotak teks guna mencegah email SPAM
 
Kirimkan salinan komentar ini ke email saya