Radio Nederland Wereldomroep

Bahasa Indonesia > Gema Warta > Indonesia

Soekarno Manfaatkan Aksi Rengasdengklok

Untuk Proklamasi Kemerdekaan

18-08-2008

Bung Karno mensiasati Jepang sekaligus memenuhi tuntutan para pemuda revolusioner sehingga proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 tampak utuh sebagai 'self-determination', suatu pernyataan kemerdekaan bangsa. Jadi, menjauhkan citra "hadiah" atau "hasil kolaborasi" dengan Jepang, seperti dicurigai sekutu dan dituduhkan politisi Belanda kala itu. Bahkan, Tan Malaka, pejuang yang paling anti kemerdekaan à la Jepang pun menerima proklamasi tersebut. Soekarno berhasil melakukan semua itu karena sebelumnya telah mengetahui rencana 'penculikan' dirinya bersama Mohammad Hatta ke Rengasdengklok. Demikian tutur peneliti sejarah Dr. Rushdy Hussein kepada Radio Nederland Wereldomroep.

Rushdy Hussein2.jpgRushdy Hussein [RH]: Antara tahun 1943 sampai dengan 1945, Jepang itu sudah sangat kondusif untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Karena sebelumnya sudah memberikan kemerdekaan kepada Filipina dan Birma. Sudah kita diizinkan untuk menyanyikan Indonesia Raya, untuk mengibarkan merah-putih, di samping Hinomaru. Sehingga awal tahun 1945 itu, mayor jenderal Nishimura, dia adalah Shomobucho, mirip-mirip kasumlah menyatakan sudah saatnya untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Kemudian tokoh-tokoh Indonesia diberi kesempatan untuk sidang. Badan yang dibentuk oleh Jepang, Badan Usaha Penyelidik Kemerdekaan Indonesia, Dokoritsu Junbi Choosakai, bahasa Jepang. Dan pada awal Agustus, panitia persiapan kemerdekaan dilantik. Bung Karno mengucapkan terimakasih atas jasa dan budi baik pemerintahan Jepang, Dai Nippon, untuk panitia persiapan kemerdekaan.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Jadi Soekarno menyadari betul ya, Jepang itu sendang merosot?

RH: Pasti, ya.

RNW: Lalu mengapa ada perang dingin ya, Soekarno dan Sjahrir?

Aksi 
RH: Ada satu pertemuan dirahasiakan bung Karno dan bung Hatta tendensius bekerjasama dengan Jepang. Sedang Sjahrir akan bekerja di bawah tanah. Tapi bukan adakan aksi-aksi gerilya, no. Paling-paling mereka hanya mendengarkan radio-radio gelap. Dengan begitu Sjahrir mengetahui ada sidang Potsdam, itu bahwasanya Jepang menerima kekalahan tanpa syarat. Harus berakhir dia punya perang Asia Timur Raya itu.

Dan ini semua terjadi tanggal 15. Sebelum itu tanggal 9 Agustus, bung Karno dan bung Hatta dengan dokter Radjiman diundang ke markas besar tentara selatan yang dipimpin oleh marsekal Terauchi. Nah Soekarno bertemu, kapan kami boleh mengumumkan kemerdekaan ini. Terauchi bilang itu tergantung tuan-tuan. Praktis tidak mereka dengar pembomatoman Hiroshima dan Nagasaki. Tapi kecurigaan tetap ada, sehingga mereka bisik-bisik kita percepatkan saja gitu sidang PPKI. Sidang PPKI tentu akan menelorkan prosedurnya kemerdekaan yang kira-kira hadiah Jepang ini.

Itu waktu mereka pulang tanggal 14, bung Karno itu di airport disambut rakyat, dan beliau berkata, kalau dulu kita akan merdeka setelah jagung berbuah, sekarang saya bisa pastikan, kita akan merdeka sebelum jagung berbunga. Isyarat itu sangat penting. Artinya kemerdekaan akan lebih cepat, lebih bagus. Hatta juga menyadari. Keduanya sudah menjadi partner yang bagus. Oleh karena itu, dalam menghadapi Sjahrir, bagaimana kemerdekaan tanpa Jepang. Itu kan ide orang-orang di bawah tanah. Sjahrir sudah bulat dan dia sudah membuat rencana. Maksudnya akan diadakan semacam demonstrasi besar-besaran di ibukota.

Perebutan kekuasaan 
Hatta berpikiran, karena mereka berdua, Soekarno dan Hatta, sudah memutuskan akan mengadakan rapat PPKI. Dia bilang nggak bisa Sjahrir, biar bagaimana ini PPKI kan representasi daerah. Kalau seperti mau anda, setelah you bikin demonstrasi, kemudian saya mesti menyatakan atas nama bangsa Indonesia, ini orang-orang kalau dia pulang ke daerah, dia masing-masing punya hak mendirikan negaranya sendiri. Jadi biarlah kita ini satu bentuk dulu, mengadakan rapat PPKI. Kapan? Tanggal 16.

Sjahrir kecewa itu. Tetapi dia pergi ke daerah. Dia lihat. Soekarno benar-benar jadi icon. Akhirnya senang atau tidak senang, Sjahrir mau bekerja sama dengan Soekarno dan Hatta. Para pemuda dan mahasiswa tidak menerima hal tersebut. Mereka datang 15 malam itu, karena tidak ditemukan persesuaian paham, ia diculik. Alhasil di Rengasdengklok sudah terjadi perebutan kekuasaan.

RNW: Soal Rengosdengklok banyak rahasianya pak Rushdy.

RH: Kebetulan saya sedang meneliti dokumen yang dimiliki Dr. Muwardi, tangan kanannya Bung Karno. Dr. Muwardi ini sangat dekat dengan mahasiswa dan pemuda. Nah ketika pertemuan-pertemuan pemuda yang merencanakan untuk menculik Soekarno, dia ada di situ. Dia adalah seorang juga yang ikut memprakarsai, sehingga saya juga bisa katakan yang digunakan itu bukan istilah penculikan, tapi mengamankan Soekarno. Jangan dipakai oleh Jepang. Segera lepaslah stigma bahwasanya ini adalah hadiah Jepang.

Yang kedua, Soekarno punya dalih. Dia mau mencari kepastian kalau Jepang itu sudah menyerah. Kalau andai kata tanggal 16 itu dia berada di Jakarta, dia bisa termangu-mangu sebagai penonton yang baik Jepang menyerah. Tetapi kalau dia ada di kalangan orang-orang yang mendukung dia, mempercayai dia, maka itu mempercepat kemerdekaan. Kemerdekaan menurut versi non Jepang. Di Rengosdengklok tidak kelihatan kalau dia seseorang yang ditawan. Dia adalah pimpinan gerakan politik ini, untuk membuat kemerdekaan ini adalah satu self determination, pernyataan kemerdekaan.

Demikian sejarawan Dr. Rushdy Hussein.

Kata Kunci: Belanda, bung Karno, Jepang, kemerdekaan, revolusioner, Tan Malaka

Reaksi:


IBRAHIM ISA ALIAS BRAMIJN, 20-08-2008 - Belanda

Sdr. Hussein Rusdhy yth, Salut untuk Anda yang terus meneliti sejarah bangsa kita, khususnya sekitar periode Proklamasi. Kalau tak salah Sidik Kertapati (almarhum), pejuang 45, juga menulis sekitar Proklamasi. Kiranya juga termasuk literatur Anda. Hemat saya yang terpenting ialah apa kata Bung Karno sendiri tentang priode itu, khususnya sekitar Rengas Dengklok. Buku beliau "SUKARNO An Autobiography As Told to Cindy Adam, 1965", adalah bahan otentik yang juga mengisahkan sekitar Rengasdengklok dan saat-saat Proklamasi. Salam hormat, Ibrahim Isa Amsterdam, 20 Agustus 2008


fiva rizki amz, fiva_ahmad@yahoo.com, 19-08-2008 - Indonesia.

Salam sejahtera dan bahagia senantiasa. Bagaimana tentang kebenaran fakta sejarah di tanah air kita tercinta ini,apakah seolah olah dipaksakan untuk berkehendak berbohong dusta demi program negara berikutnya dalam misi dan visi rezim yang berlaku dan yang akan menguasa mengudara berikutnya mendatang, jepang disambut - jepang diunggulkan - jepang dihujat - jepang dienyahkan.Apakah dalam jalur alur keberadaan cerita berkesinambungan politik praktis itu haruslah sedemikian adanya.Pada hakekatnya POLITIK itu kotor bukan yang sebenar benarnya diajukan konsep progam kenegaraan tetapi justru yang ramai di dukung tsb adalah ambisi pribadi dan kekuasaan semata.Dahulu kala jepang sebagai legendaris kebangsaan dimana pendamping sebagai kakak tua solideritas asia timur raya sangat amat dikagumi atas kehadirannya dan saat ini kesemua product tehnologi merambah seantero NUSANTARA sebagai handalah kesempurnaan dalam era globalisasi,apakah layak membicarakan memperbincangkan JEPANG tsb.......BAKERU !?. Salam RANESI.


Berikan tanggapan Anda



Nama
Email
Alamat email tidak ditampilkan
Alamat email ditampilkan
URL
Kota
Negara
Komentar
  Ketiklah huruf-huruf di bawah ini dalam kotak teks guna mencegah email SPAM
 
Kirimkan salinan komentar ini ke email saya