Radio Nederland Wereldomroep

Bahasa Indonesia > Gema Warta > Indonesia

Tak Ada Perda Kristen di Manokwari

Radio Nederland Wereldomroep

21-05-2007

papuabarat_240jpg.jpgKabar akan diberlakukannya peraturan daerah bernafaskan kristen di Manokwari dibantah Marthin Luther sekretaris wilayah daerah Papua Barat. Yang ada, menurutnya, hanyalah perda penetapan Manokwari sebagai kota Injil. Namun itu tak serta merta diikuti aturan-aturan kristen. Ia mengakui ada dokumen yang menunjukan rencana pemberlakuan syariat kristen. Tapi tak ada yang setuju. Lebih jauh sekwilda Papua Barat Marthin Luther kepada Radio Nederland Wereldomroep.

Pihak ketiga
Marthin Luther: 'Yang ada itu perda kota Injil. Memang ada wacana peraturan daerah kristen tapi itu bukan produk umat kristen di Manokwari. Setelah disinyalir ada pihak ketiga yang membuat. Karena perda itu kan harus disidangkan oleh DPRD, dibuat oleh bagian hukum. Ternyata tidak pernah disidangkan itu. Tidak pernah ada.

Jadi kelihatan ada pihak ketiga yang mau membuat seperti Poso kedua di Papua. Karena kota ini kota damai. Karena sudah dibuat sebagai kota Injil-kota Damai. Untuk nama itu sudah di-perda-kan oleh bapak Bupati.

Windows Media Audio MP3 Audio
Sekwilda Papua Barat Marthin Luther
Rancangan perda kristen itu antara lain memuat larangan memakai jilbab, syarat Islam lainnya seperti maghrib tidak dibolehkan.

Radio Nederland Wereldomroep: 'Perda penamaan Manokwari sebagai kota Injil berdampak tidak atas peraturan yang memuat larangan-larangan?'

'O tidak, hanya nama saja!'

RNW: 'Perda syariat kristen ini berapa banyak yang mendukung di Manokwari?'

'Saya kira itu sekelompok kecil ya. Itu tidak disetujui semua. Termasuk saya tidak setuju. Gubernur juga tidak setuju. Dewan Gereja pun demikian. Banyak yang tidak setuju.'  

Setuju
Berbeda dengan keterangan sekwilda Papua Barat Marthin Luther, Steff William Wamea, seniman asal Manokwari justru setuju dengan rencana pemberlakuan perda kristen. Supaya Manokwari jadi lebih baik, ujarnya kepada Radio Nederland Wereldomroep.

Steff William Wamea: 'Saya setuju sekali, karena sebelum perda ini diturunkan banyak sekali terjadi gejolak-gejolak kecelakaan, pemerkosaan. Namun hal itu bisa dikendalikan karena adanya perda. Kejadian-kejadian yang kita lihat tadinya lancar sekali tapi sekarang mulai berkurang.'

Windows Media Audio MP3 Audio
Steff William Wamea
Terus penanggulangan untuk pemerkosaan mungkin sudah tidak ada sama sekali. Kemudian minuman keras sudah tidak ada di Manokwari. Minuman-minuman dari luar sudah dicegah oleh polisi.'

RNW: 'Willy sendiri punya teman-teman non kristen?'

'Teman-teman saya dari islam banyak. Mungkin tidak semua setuju. Tapi kalau saya tanya teman saya yang namanya Ismail, dia setuju. Karena dia lihat sebelum adanya perda banyak sekali kasus-kasus yang tadi sudah saya ungkapkan terjadi. Namun setelah perda ini diturunkan pemerintah aderah maka dilihat kemajuannya sangat pesat sekali.'

Kata Kunci: kota injil, manokwari, papua barat, perda manokwari, radio nederland wereldomroep, ranesi

Reaksi:


Ferry Fathurokhman , 29-12-2007 - Indonesia

Saya Islam. Saya bersepakat dengan Jusuf. Sejarah telah membuktikan kegagalan gereja dalam memegang kekuasaan. Berapa banyak korban ilmuwan yang akhirnya harus mati akibat bersebrangan gereja demi mempertahankan pemikiran ilmiah. Kekeliruan itu disadari, maka dominasi gereja untuk mengatur kehidupan mulai ditinggalkan. Yang lebih parah saya rasa pengukuhan Manokwari sebagai kota injil ini akan mendapat reaksi dan menumbuhkan bibit-bibit permusuhan seperti di Poso. Karena agama, ras, suku, golongan adalah hal yang mudah memicu pembantaian. Poso, Rwanda (pembantaian antar suku hutu dan tutsi), Yugoslavia (Kristen versus Islam) dll. Seperti kata jusuf. orang Islam di Indonesia masih banyak yang belum mengenal islam sendiri, tapi kalau Islam dianiaya, tentu semua tidak akan diam saja, baik yang mengerti agama ataupun yang tidak. Begitupun dengan kristen, banyak pula orang kristen yang tak taat, tak mengerti agamanya, tapi kalau kristen diserang tentu semua tidak akan diam, sekalipun dia kristen abangan. Kenapa karena ini persoalan sense of belonging. Dia bagian dari agama tertentu, suku tertentu, ras tertentu. Jadi masih terbelakang. Berbeda kalau orang sudah mengerti agamanya, meresapi dan menjalaninya pasti akan berbuat adil sekalipun terhadap agama orang lain. Seperti Umar Bin Khattab yang memenangkan seorang kristen dalam persidangan melawan Ali Bin Abi Thalib dalam perkara pencurian baju perang. Atau Umar yang mengingatkan keras gubernurnya ketika sebuah rumah milik yahudi kena gusur sang gubernur.


jusuf, 31-05-2007 - indonesia

saya kristen sejak lahir dan cukup taat namun menganut prinsip bahwa urusan menyembah tuhan adalah urusan pribadi tidak perlu diatur oleh negara. ketika di manokwari ingin mengelurakan syariat kristen, reaksi spontan saya ....what a stupid! (bodohnya!!!!!) apakah kita, orang kristen tidak pernah belajar dari sejarah bahwa dulu beratus2 tahun lalu di eropa saat abad kegelapan tidak ada pemisahan antara gereja/agama dengan negara. Namun eropa kemudian meninggalkan system itu. apakah kita di indonesia ini akan kembali ke belakang beratus2 tahun lalu seperti eropa di abad pertengahan? saat islam ingin syariat islam di Indonesia dan menerapkannya di beberapa daerah di indo, dalam hati saya berkomentar wajar...., mereka belum belajar dan belum pernah mengalami sendiri ongkos yg harus ditanggung seperti eropa di abad pertengahan. mereka melakukan hal yg sudah beratus2 tahun ditinggalkan oleh kristen di eropa....wajar...biarkan saja mereka dengan kekeliruannya. tapi mengapa kita orang kristen yang mempunyai sejarah gereja abad pertengahan yang gelap yang seharusnya bisa kita pelajari dan bisa kita hindari harus mengulanginya lagi? Pula kristen sejarah lahirnya berbeda dengan islam yang memang mengenal konsep negara agama-nya nabi muhamad (pemerintahan kalifah). Yesus dalam ajaran2nya dari pertama kelihatan jelas sudah tidak tertarik dengan segaal politik dan pemerintahan melainkan semata2 mengajarkan ajaran rohani baru....jadi...isu syariat kristen dari sudut apapun sebenarnya tidak pas....


Berikan tanggapan Anda



Nama
Email
Alamat email tidak ditampilkan
Alamat email ditampilkan
URL
Kota
Negara
Komentar
  Ketiklah huruf-huruf di bawah ini dalam kotak teks guna mencegah email SPAM
 
Kirimkan salinan komentar ini ke email saya