Radio Nederland Wereldomroep

Bahasa Indonesia > Gema Warta > Indonesia

PPI Belanda Kecam Anggota DPR RI ke Eropa

Radio Nederland Wereldomroep

07-10-2008

PPI, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda memprotes keras rencana kunjungan anggota DPR ke Eropa dalam rangka studi banding ke Bank Sentral Jerman. Menurut Yohanes Widodo, Sekretaris Jenderal PPI Belanda di Den Haag, kunjungan ini tidak lebih dari plesiran. DPR mencerminkan wakil rakyat yang kehilangan rasa sensitivitasnya, ujarnya kepada Radio Nederland Wereldomroep.

studi banding DPR.jpgYohanes Widodo [YW]: PPI Belanda sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, terus terang kami merasa prihatin, merasa muak bahkan marah melihat perilaku anggota DPR, yang katanya terhormat, ternyata tidak memiliki hati nurani dan tidak punya rasa malu menurut kami.

DPR mencerminkan wakil rakyat yang kehilangan sensitivitasnya. Jadi mereka tidak memiliki sense of crisis di tengah suasana tanah air yang sedang mengalami permasalahan berat, terkait dengan kemiskinan dengan hutang luar negeri yang mencapai 134 milyar dolar Amerika. Kami protes karena DPR tidak malu jalan-jalan dengan hutang. Jadi mereka menghabiskan uang yang sebenarnya itu adalah hutang negara.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Lalu alternatifnya apa ya? Soalnya kabarnya anggota DPR kan mau melakukan studi banding. Apa salahnya dengan study banding ini? 

Study banding 
YW: Kegiatan study banding itu sangat tidak efektif, karena yang disebut dengan studi itu tentu tidak cukup hanya dengan seminggu. Kami yang student satu tahun, dua tahun dan sebagainya pun, kami merasa bahwa kami masih kurang dalam hal ini.

RNW: Lalu solusinya apa?

YW: Lebih ke teknis sebenarnya. Kalau ingin tetap tujuannya adalah mencari ilmu dan dalam rangka studi harusnya DPR punya staf ahli yang bisa memberikan informasi, yang bisa memberikan pencerahan dan apa pun yang dibutuhkan oleh anggota DPR dalam hal menambah informasi dan menambah pengetahuannya. Jadi mereka tidak perlu harus datang ke negara, misalnya ke Jerman, tapi mereka bisa mencari staf ahli banyak juga student dan mungkin juga doktor-doktor yang studi di luar negeri dan mereka bisa digunakkan begitu.

RNW: Lalu langkah-langkah kongkrit yang ingin diambil PPI Belanda apa?

YW: Secara langsung memang kami tidak melakukan sesuatu. Karena mereka datang tidak mampir ke Belanda, jadi kami tidak misalnya memboikot langsung, misalnya ketika mereka datang ke bandara. Tetapi kami menghimbau teman-teman di Jerman, dan juga teman-teman student yang lain bahwa tolong diawasi itu kerja teman-teman DPR itu, supaya mereka tidak melakukan hal-hal yang sangat memalukan.

Terus terang ini kan bukan pertama kali terjadi anggota DPR yang plesiran. Tahun 2005, PPI Belanda sudah menemukan atau memergoki anggota DPR yang baru saja belanja dengan menenteng tas yang bermerek Gucci dan sebagainya. Dan sekarang masih ada foto-foto mereka di website PPI di Belanda, ppibelanda.org. Jadi terus terang ini sesuatu yang kita merasa kok nggak kapok-kapok juga ini, teman-teman DPR ini.

RNW: Inisiatif PPI Belanda ini juga mendapat dukungan dari PPI di negara Eropa lain, misalnya PPI Jerman?

Peran PPI 
YW: Kita punya jejaring PPI Eropa dan kita up date informasi ini, dan kita diskusikan juga masukan-masukan yang kira-kira apa yang bisa kita ambil dari sini. Dan secara langsung terkait dengan peran kita juga sebagai student, sebagai PPI. Sebenarnya fungsi studi banding itu bisa kita ambil begitu. Dan masalahnya adalah apakah DPR punya niat untuk merangkul kita, supaya kerja mereka bisa kita bantu juga begitu.

RNW: Apakah menurut Anda langkah PPI Belanda ini akan bisa efektif?

YW: Bahwa ini bisa menghentikan perilaku mereka saya tidak bisa jamin. Tetapi bahwa sebagai penjaga moral, sebagai gerakan moral, dan sebagai opini publik, saya pikir apa yang kami lakukan adalah membuka mata bangsa Indonesia, bahwa ini loh wakil-wakilmu, ini loh wakil rakyat yang terhormat itu perilaku mereka begini dan yang mereka lakukan tidak ada hasil sama sekali.

Berkali-kali mereka studi banding tetapi hasilnya tidak ada. Kalau kita studi, kita punya thesis, kita punya disertasi, kita punya skripsi. Tapi mereka study apa hasilnya? Itu pun mungkin kita nggak pernah lihat, apalagi di tingkatan implementasi. Mereka tidak ada sesuatu yang kelihatan kasat mata dari hasil mereka.

Kata Kunci: DPR, Eropa, Jerman, plesiran, PPI Belanda, studi banding, Yohanes Widodo

Reaksi:


Nasen, 09-10-2008 - Indonesia

Luar dalam dong? Nggak iiikut-ikuut...


delfi, 08-10-2008 - Indonesia

Keren..mas Boy... Emang payah anggota DPR kita neh.... 63 tahun meredeka, tapi kok ga maju-maju juga yah....habis, doyan jalan-jalan seh suskes yah...


Berikan tanggapan Anda



Nama
Email
Alamat email tidak ditampilkan
Alamat email ditampilkan
URL
Kota
Negara
Komentar
  Ketiklah huruf-huruf di bawah ini dalam kotak teks guna mencegah email SPAM
 
Kirimkan salinan komentar ini ke email saya