Radio Nederland Wereldomroep

Bahasa Indonesia > Gema Warta > Belanda

Belanda Bersiap-Siap Hadapi Film Anti Islam

Michel Hoebink

18-01-2008

geert.jpgDi Belanda, makin meningkat saja ketegangan seputar film bikinan Geert Wilders. Akhir tahun lalu, diumumkan bahwa politikus anti Islam dan ekstrim kanan Belanda Geert Wilders membuat film tentang kitab suci Al Qur'an, yang katanya mengilhami pelbagai langkah tidak toleran, pembunuhan dan teror.

Hari-hari ini terbetik berita bahwa para menteri Belanda ternyata sudah beberapa kali mengadakan perundingan soal film ini. Mereka khawatir tentang kemungkinan dampak film ini di dalam dan di luar negeri. Tapi kekhawatiran juga menghinggapi warga Belanda di luar negeri.

"Kalau Wilders dalam film itu membakar atau merobek-robek Al Qur'an, maka ia telah menyebabkan terjadinya perang dan pertumpahan darah. Rakyat Belanda bertanggung jawab untuk mencegahnya." Demikian Mufti Agung Suriah Ahmad Badr al-Din Hassoun pekan ini ketika mengunjungi parlemen Eropa di Strassbourg. Nada ucapan ulama Suriah ini mengingatkan orang pada krisis seputar karikatur Nabi Mohamad di Denmark dua tahun silam. Ucapan Mufti Agung itu makin merupakan peringatan keras, kalau diingat bahwa protes paling penuh kekerasan terhadap karikatur Nabi itu terjadi di Suriah.

Perundingan Rahasia
Para pejabat Belanda prihatin terhadap kemungkinan dampak film anti Al Qur'an yang konon akhir bulan ini akan diumumkan oleh Geert Wilders, pemimpin partai ekstrim kanan anti Islam PVV. Rabu silam terungkap bahwa Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende dan Menteri Dalam Negeri Nyonya Guusje ter Horst serta Menteri Kehakiman Ernst Hirsch Ballin beberapa kali mengadakan perundingan rahasia tentang dampak yang mungkin muncul dari film anti Al Qur'an itu. Dalam perundingan itu juga ambil bagian koordinator pemberantasan terorisme Belanda Tjibbe Joustra.

November tahun lalu politikus ekstrim kanan Geert Wilders mengumumkan rencananya. Menurutnya ia akan membuat film yang menunjukkan bahwa Al Qur'an adalah sebuah buku fasistis, yang mendorong-dorong umatnya untuk menyebar kebencian dan kekerasan.

Semakin Radikal
Ucapan Geert Wilders tentang Islam dan Al Qur'an memang makin radikal saja. Pada bulan Februari 2007 kepada warga muslim Belanda ia berujar, kalau mereka tetap ingin menetap di Belanda, maka mereka harus berani menyobek sampai separuh kitab suci Al Qur'an. Kemudian ia berseru kepada parlemen Belanda, dia juga anggota parlemen, supaya menetapkan larangan terhadap Al Qur'an. Seruan ini ditolak mentah-mentah oleh mayoritas anggota parlemen.

Tampaknya kampanye Wilders terhadap Al Qur'an, kini dilanjutkannya dengan film yang sedang dibuatnya. Isi persis film itu sampai sekarang tetap tidak jelas, demikian pula di mana film itu bisa ditonton, semua orang masih meraba dalam kegelapan. Dipertanyakan apakah ia secara terbuka akan menodai kesucian Al Qur'an, misalnya dengan menyobek-nyobeknya atau membakarnya.

Waspada
Tak lama setelah pemimpin partai ekstrim kanan PVV ini mengumumkan niatnya membuat film, Menteri Dalam Negeri Nyonya Guusje ter Horst dan Menteri Kehakiman Ernst Hirsch Ballin mengadakan pertemuan dengan pemimpin partai PVV ini untuk menunjukkan kemungkinan aksi balas dendam atas film ini, serta resiko yang akan dihadapi tokoh ekstrim kanan anti Islam ini. Belakangan terbetik berita bahwa pada bulan November itu, Mendagri Ter Horst juga telah mengirim surat kepada semua walikota di Belanda.

Dalam surat itu Mendagri minta para walikota supaya lebih waspada terhadap ketegangan yang mungkin muncul dalam masyarakat, bahkan sebelum film itu diumumkan. "Pengumuman pembuatan film itu," demikian Mendagri Ter Horst, "bisa menyebabkan keresahan dalam masyarakat dan ketegangan di antara kelompok masyarakat."

Siap
Pelbagai satuan polisi di pelbagai kota besar Belanda, seperti Amsterdam dan Rotterdam, sementara itu sudah menyatakan siap menghadapi pecahnya kerusuhan setelah pemutaran film itu. Dalam ini mereka terus mengupayakan kerjasama dengan para imam atau para pemimpin masyarakat muslim.

Para pejabat Belanda juga mengkhawatirkan reaksi di luar negeri. Gambaran yang mengerikan adalah krisis seputar karikatur Nabi Mohamad yang diterbitkan oleh koran Denmark dua tahun silam. Waktu itu di pelbagai negara muslim terjadi demonstrasi yang bahkan disertai kekerasan. Pelbagai kedutaan besar Belanda di negara-negara islam telah menerima instruksi, misalnya tentang pertanyaan bagaimana mereka harus menyikapi kemungkinan protes dengan kekerasan terhadap film Wilders itu. Warga Belanda di luar negeri diminta untuk mendaftarkan diri pada kedutaan besar Belanda bagi kemungkinan pengungsian.

Dari orang Belanda di luar negeri inilah terdengar banyak kekhawatiran. Mereka takut menjadi korban kekerasan kalau reaksi terhadap film Wilders itu sama seperti protes terhadap karikatur Nabi Muhamad dua tahun lalu. Sampai sekarang mereka memang belum mengambil tindakan. Tetapi suara khawatir warga Belanda di luar negeri makin lantang saja.

Forum Internasional
Menteri Luar Negeri Maxime Verhagen awal pekan ini hadir di Madrid pada apa yang disebut Aliansi Kalangan Beradab. Inilah sebuah forum internasional yang bertujuan mengurangi ketegangan antara dunia Islam dengan masyarakat Barat. Berkali-kali ia diajak bicara tentang film Wilders itu. Dalam pidatonya Menlu Verhagen bicara soal kebebasan beragama dan kebebasan berpendapat. "Agak sulit untuk lebih dahulu bicara tentang film yang belum kita lihat itu, tetapi kebebasan berpendapat tidak berarti bahwa orang berhak menghina kalangan lain."

Kalau film ini tidak pantas, maka, demikian Menlu Verhagen, pemerintah Belanda akan dengan jelas menyatakan ketidaksetujuannya. Menyusul krisis karikatur Denmark, pelbagai pakar yakin, protes yang dikobarkan di seluruh dunia itu bisa dicegah, kalau pemerintah Belanda segera menyatakan tidak setuju dengan karikatur Nabi Mohamad itu.

 

Kata Kunci: al qur'an, anti islam, geert wilders, karikatur Denmark, PVV, Suriah

Reaksi:


ulil, 16-02-2009 - indonesia

ini membuktikan,bahwa native Eropa masih banyak yang provokatif,rasial dan dihinggapi virus Islamophobia.Meskipun saya yakin banyak juga warga Belanda yang tidak setuju dengan pemikiran Mr.Wilder ini.Yang paling bersalah tentu saja pemerintah Belanda,yang tak mampu bertindak tegas atas sikap rasialisme angg. parlemennya. Bisa juga Mr. W. ini cuma cari sensasi biar makin ngetop di kalangan tertentu.Padahal kalau Mr. W ini mau berkaca, tak ada orang yang bisa hidup dalam kebencian. Semoga Allah menghalangi makar yang ia rencanakan.


joe, 04-04-2008 - indonesia

aduh kang wilders inget lho nabi islam itu bukan osama bin laden atau ayman al zawahiri atau amrozy atau imam samudra atau baasyir ingat donk!!!!!!!!!!


M.Thoha Alaydrus , 05-03-2008 - indonesia

apakah dia lupa dengan anaknya fatimah di indonesia


blodia, 19-02-2008 - ina

wilders2 ternyata masih ada orang seperti anda ,justru apa yg dilakukan wilders mencerminkan kebodohannya. seperti yg dilakukan amrozi& bush kekerasan dan kepala batu tidak akan bermanfaat hanya mendatangkan kesia-siaan semoga dapat diambil pelajaran


dd, 30-01-2008 - indonesia

hahaha meneer wilder zijn en kleine jongen.bandel banget sih orang ini.salut juga sama pemerintahan belanda yang sangat terbuka dan memberi kebebasan kepada setiap warganya untukmenyalurkan opini, tapi ngak hanya bebas aja dengan persiapan dari pihak berwenang menanggapi aksi meneer wider menurut saya sangat sigap jadi dari awal sudah bisa memprediksi dan menindak lanjuti pengaruh dari dalam maupun luar negeri.jadi liat aja perkembangannya, apakah meneer wilder masih mau bandel atau....


imam syafii, 23-01-2008 - Holland

saya pikir masyarakat belanda adalah masyarakat yg agak cerdas, jadi tidak akan terpengaruh dengan permainan Kang wilders. saya bilang masyarakat agak cerdas, karena ada masyarakat yg cerdas dan sangat cerdas. masyarakat yang cerdas adalah masyarakat yang selalu membawa pesan-pesan perdamian, keadilan di muka bumi. mereka itu adalah generasi para Nabi. Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad dan nabi-nabi yang lain adalah tokoh-tokoh perdamaian Dunia yg Tuhan Abadikan sepanjang zaman. Umat Yahudi jaya ketika dipimpin Nabi Musa, Umat Kristiani Damai ketika dipimpin Nabi Isa, Dan Orang Arab berhenti saling berperang ketika datang Nabi Muhammad. dan ini kemudian di teruskan oleh para sahabat-sahabat beliau. ingat zaman Khalifah Umar bin abdul azis? dizaman Beliau harta melimpah ruah sampai2 dikasikan burung-burung. sebuah simbol kehidupan yang damai. Dan ini yg sedang sekarang lagi diusahakan oleh manusia-manusia cerdas, hasil belum kliahatan karena jumlah mereka belum banyak. ciri-ciri orang cerdas: - memikirkan kepentingan orang banyak, ongeacht agama, suku, bangsa dll. - santun - orang lain senang bertemu dg-nya, karena kebijaksanaan yang mereka miliki. saudara-saudaraku semua....optimislah bahwa Pertolongan Tuhan (baca: kedamaian Dunia) sudah dekat. buatlah hal-hal kecil yang bermanfaat kepada teman,kolega dekat anda. paling tidak dengan senyuman manis ala nusantara tercinta. bukan saatnya lagi latah meniru orang-orang yg tidak cerdas apalagi orang seperti kang Wilders sekian dulu salam hangat dan salam perdamaian yang penuh cinta dan kasih imam syafii yg merindukan kedamaian dunia


ag paulus, 19-01-2008 - INA

Wilders, sadarlah..yang penting anda ingat, dalam kasus ini anda memakai pola pikir generalisasi, artinya Qur"an bla..bla ba..Wilders, ingat mayoritas umat Muslim ada di Indonesia, terbesar di dunia..dan kenyataan, mayoritas Umat mengutuk terorisme (seperti yang dibuat Amrosi dkk), jadi menurut saya gak ada gunanya pemutaran film tersebut dan saya pikir anda (Wilders) perlu berkunjung ke Indonesia, refreshing di Bali, tanah Toraja, danau Toba dsb dsb.. Selamat mengubah pola pikir meneer Wilders..dangke


Berikan tanggapan Anda



Nama
Email
Alamat email tidak ditampilkan
Alamat email ditampilkan
URL
Kota
Negara
Komentar
  Ketiklah huruf-huruf di bawah ini dalam kotak teks guna mencegah email SPAM
 
Kirimkan salinan komentar ini ke email saya