Radio Nederland Wereldomroep

Diterjemahkan oleh: Yunita Rovroy/Joss Wibisono

23-09-2003

 

Vlagcina-rusRusia, Cina dan empat negara Asia Tengah anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai SCO (Shanghai Cooperation Organisation) bertemu di Beijing, Cina hari ini. Mereka sepakat memperkuat hubungan dagang dan membangun pusat anti terorisme di Uzbekistan. Hubungan antara Uzbekistan dengan Amerika Serikat semakin erat dua tahun belakangan karena dukungan aktif Uzbekistan terhadap perang di Afganistan. SCO bisa memberi Rusia dan Cina kesempatan untuk memperbesar pengaruh di kawasan. Selain itu SCO menunjukkan bahwa dua adikuasa pun bisa memainkan peranan penting dalam perang memberantas terorisme. Walau telah dibentuk beberapa tahun lalu, SCO kurang dikenal di luar kawasan. Lebih lanjut rangkuman wawancara Radio Nederland dengan David Murphy, wartawan Beijing.

SCO siap setelah tujuh tahun
Salah satu masalah yang dihadapi Organisasi Kerja Sama Shanghai SCO adalah bahwa mereka kurang dikenal di luar negeri. SCO dibentuk tujuh tahun lalu, dan pertama dikenal sebagai Lima Anggota Shanghai. Tahun 2001 Uzbekistan bergabung pada SCO yang terdiri dari Cina, Rusia dan empat negara Asia Tengah, bekas Uni Sovyet. Pemimpin pemerintahan SCO bertemu di Beijing hari ini. Rusia mengumumkan bahwa setelah tujuh tahun, SCO kini siap menjalankan tugas sebenarnya, yaitu kerja sama ekonomi dan keamanan di kawasan .

Selain itu juga diumumkan bahwa SCO ingin membangun pusat anti teroris di Uzbekistan. Diduga ini adalah upaya Rusia dan Cina agar bisa berperan dalam perang memberantas terorisme. Bekas negara-negara Uni Sovyet cemas terhadap golongan radikal Islam di Asia Tengah, termasuk perbatasan Afganistan dan di beberapa negara lain. Cina pun menghadapi masalah yang sama di Cina Baratlaut, di mana warga Muslim ditindas pemerintah Beijing.

Peran dominan Cina-Rusia
Setelah serangan 11 September 2001, Amerika Serikat mengirim pasukan ke Asia Tengah, dengan tujuan Afganistan dan menggunakan pangkalan udara militer dan perlengkapan militer beberapa negara di kawasan itu. SCO tampaknya tidak dianggap penting lagi. Tapi melalui pertemuan hari ini dan pertemuan di masa mendatang, SCO bisa meninjau kembali peran mereka, dan menuntut kembali kawasan yang dipakai pasukan Amerika, walaupun belum jelas apakah membuahkan hasil atau tidak.

Cina dan Rusia memainkan peran dominan di kawasan. Aliansi dengan negara-negara kecil sangatlah penting. Kazakhstan misalnya berencana membangun pipa minyak ke Cina. Kawasan ini kaya minyak dan kaya sumber-sumber alam lainnya. Negara-negara kecil mengambil keuntungan apabila bergabung dengan negara tetangga besar.

Selain itu SCO ingin mengadakan kerja sama dalam bidang keamanan. Agustus lalu negara-negara anggota SCO mengadakan latihan militer di Cina. Tapi belum jelas betapa penting mereka menganggap hal ini dan hasil apa yang dibawa kerja sama militer ini. Bisa juga pertemuan hanya terfokus pada masalah ekonomi saja. Untuk sementara Cina yang memimpin pertemuan, disusul Rusia sangat senang akan pertemuan SCO di Beijing.

 

 

Kata Kunci: berita, gema, gema warta, radio hilversum, radio nl, ranesi, warta berita