Rusia, Cina dan empat negara Asia
Tengah anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai SCO (Shanghai
Cooperation Organisation) bertemu di Beijing, Cina hari ini. Mereka
sepakat memperkuat hubungan dagang dan membangun pusat anti
terorisme di Uzbekistan. Hubungan antara Uzbekistan dengan Amerika
Serikat semakin erat dua tahun belakangan karena dukungan aktif
Uzbekistan terhadap perang di Afganistan. SCO bisa memberi Rusia
dan Cina kesempatan untuk memperbesar pengaruh di kawasan. Selain
itu SCO menunjukkan bahwa dua adikuasa pun bisa memainkan peranan
penting dalam perang memberantas terorisme. Walau telah dibentuk
beberapa tahun lalu, SCO kurang dikenal di luar kawasan. Lebih
lanjut rangkuman wawancara Radio Nederland dengan David Murphy,
wartawan Beijing.
SCO siap setelah tujuh tahun
Salah satu masalah yang dihadapi Organisasi Kerja
Sama Shanghai SCO adalah bahwa mereka kurang dikenal di luar
negeri. SCO dibentuk tujuh tahun lalu, dan pertama dikenal sebagai
Lima Anggota Shanghai. Tahun 2001 Uzbekistan bergabung pada SCO
yang terdiri dari Cina, Rusia dan empat negara Asia Tengah, bekas
Uni Sovyet. Pemimpin pemerintahan SCO bertemu di Beijing hari ini.
Rusia mengumumkan bahwa setelah tujuh tahun, SCO kini siap
menjalankan tugas sebenarnya, yaitu kerja sama ekonomi dan keamanan
di kawasan .
Selain itu juga diumumkan bahwa SCO ingin membangun pusat anti teroris di Uzbekistan. Diduga ini adalah upaya Rusia dan Cina agar bisa berperan dalam perang memberantas terorisme. Bekas negara-negara Uni Sovyet cemas terhadap golongan radikal Islam di Asia Tengah, termasuk perbatasan Afganistan dan di beberapa negara lain. Cina pun menghadapi masalah yang sama di Cina Baratlaut, di mana warga Muslim ditindas pemerintah Beijing.
Peran dominan Cina-Rusia
Setelah serangan 11 September
2001, Amerika Serikat mengirim pasukan ke Asia Tengah, dengan
tujuan Afganistan dan menggunakan pangkalan udara militer dan
perlengkapan militer beberapa negara di kawasan itu. SCO tampaknya
tidak dianggap penting lagi. Tapi melalui pertemuan hari ini dan
pertemuan di masa mendatang, SCO bisa meninjau kembali peran
mereka, dan menuntut kembali kawasan yang dipakai pasukan Amerika,
walaupun belum jelas apakah membuahkan hasil atau tidak.
Cina dan Rusia memainkan peran dominan di kawasan. Aliansi dengan negara-negara kecil sangatlah penting. Kazakhstan misalnya berencana membangun pipa minyak ke Cina. Kawasan ini kaya minyak dan kaya sumber-sumber alam lainnya. Negara-negara kecil mengambil keuntungan apabila bergabung dengan negara tetangga besar.
Selain itu SCO ingin mengadakan kerja sama dalam bidang keamanan. Agustus lalu negara-negara anggota SCO mengadakan latihan militer di Cina. Tapi belum jelas betapa penting mereka menganggap hal ini dan hasil apa yang dibawa kerja sama militer ini. Bisa juga pertemuan hanya terfokus pada masalah ekonomi saja. Untuk sementara Cina yang memimpin pertemuan, disusul Rusia sangat senang akan pertemuan SCO di Beijing.
|
Kata Kunci: berita, gema, gema warta, radio hilversum, radio nl, ranesi, warta berita
