Radio Nederland Wereldomroep

Bahasa Indonesia > Gema Warta > Asia Pasifik

Internet dan Telpon di Asia Lumpuh

Michael Maas

29-12-2006

12567263.jpgSeorang teknisi provider internet, Indonet, Rabu (27/12) dengan optimis menyatakan jaringan akan dapat dipakai maksimal dua jam lagi. Sementara di kantor pusat Telkom, justru tidak ditemukan kerusakan apapun. "Di sini semuanya lancar saja, apakah modem anda tersambung?". Kamis pagi, gangguan yang terjadi di Asia menimpa pula para pengguna internet pribadi di Indonesia. Gempa bumi bawah laut di Taiwan menghancurkan kabel penghubung internasional telpon dan internet.

Bukan sembarang kabel
Kabel yang hancur itu bukan sembarang kabel. Kabel itu dapat disebut sebagai tulang punggung sistem sambungan Asia dengan bagian dunia lainnya. Dari India hingga Taiwan sambungan internet tidak berfungsi. Para bankir harus menghentikan transaksi internetnya dan perusahaan terpaksa harus meninggalkan sistem pemesanan lewat internet. Tidak ada yang dapat berfungsi termasuk hotmail, Gmail dan Yahoo serta situs internasional lainnya seperti mesin pencari google.

Tiba-tiba saja dirasakan betapa rentannya jaringan sistem internet di Asia. Semuanya bersumber pada kerusakan di tulang punggung yang melintang di bawah laut dari Hongkong ke Taiwan. Provider internet dengan tak sabar mencari kemungkinan untuk mengalihkan jaringan tersebut. "Kami mencoba melalui Singapura," kata salah seorang teknisi di Indonet. "Namun saluran di Singapura pun terjebak pula dengan saluran di Hongkong dan dari Hongkong harus melalui kabel yang sama ke Taiwan."

Kerusakan besar
Hanya 17% jaringan internet yang berfungsi di Indonesia. Hanya perusahaan dan instansi pemerintah yang masih dapat menggunakan internet. Sementara lainnya harus menanti lebih sabar. Dua hari setelah gempa bumi pun belum ditemukan jalan keluar untuk menormalkan hubungan internet dan telepon. Sementara Telkom berupaya bekerjasama dengan Indosat melalui satelit Eropa. Namun jurubicara Telkom belum tahu apakah upaya itu akan membuahkan hasil. "Yang jelas upaya itu cukup mahal, di samping itu, semua kapasitas satelit penuh. Mereka tidak punya lagi cukup ruang untuk menjejali satelitnya bagi seluruh Asia."

Selain itu, saluran telpon kawasan juga kacau dengan hancurnya kabel. Di antara negara-negara yang terkena dampak paling parah Taiwan, Korea Selatan, Hongkong, Singapura, Malaysia dan Indonesia, hanya sedikit kemungkinan sambungan telepon. Direktur Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskanda mengumumkan "keadaan darurat". Pos dan Telekomunisasi untuk sementara mencabut aturan yang melarang perusahaan Indonesia memakai satelit internasional.

Bergantung pada satelit
Semua harapan kini bergantung pada satelit-satelit tersebut. Itu adalah satu-satunya jalan keluar dari bencana komunikasi tersebut, yang kalau tidak penyelesaiannya akan makan waktu lama. Armada kapal berangkat dari Taiwan Kamis kemarin untuk memperbaiki kabel yang terletak jauh di bawah permukaan laut. Sebuah pekerjaan yang makan waktu dan akan berlangsung dua hingga empat minggu sebelum saluran internet di Asia normal kembali, ujar sebuah ramalan yang pesimis.

Sementara itu harian International Herald Tribune melaporkan kerusakan jaringan internet dan telepon yang dianggap sama dengan bencana tsunami yang melanda jaman digital. Penduduk Asia menemukan dirinya tanpa internet dan email ketika bangun pagi Rabu. Bahkan ada juga yang menemukan saluran teleponnya tidak tersambung. Gempa bumi juga mengakibatkan pelanggan telepon tidak dapat berhubungan dengan pengguna di Eropa. Di beberapa bagian negara Asia internet berfungsi dengan lamban.

Sambungan lamban
Perusahaan telekomunikasi Amerika AT&T menyatakan juga mengalami sambungan internet lamban sedangkan sambungan telepon dari Amerika ke negara negara Asia seperti Brunai, Hongkong, Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Vietnam juga terganggu. AT&T dan konglomerat telkom lainnya Verizon bekerja sama dengan mitranya untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa klien bisnis Verison juga mengalami problem serupa.

Perusahaan telpon terbesar di Taiwan Chunghwa Telecom mengatakan bahwa gempa bumi itu merusak dua kabel bawah laut yang menyalurkan internet dan telepon ke beberapa negara Asia. Kerusakan kabel menurunkan kapasitas telpon 50 hingga 60 persen. Dan merusak saluran ke Cina, Jepang serta negara Asia Tenggara lainnya. Perusahaan itu juga kehilangan 60 persen dari kapasitasnya dalam melakukan hubungan dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, perusahaan telekomunikasi terbesar Cina, China Telecomunications Group menyatakan gempa bumi itu juga merusak hubungan antara Cina daratan dangan Taiwan, Amerika Serikat dan juga Eropa. Perusahaan-perusahaan juga melaporkan adanya internet yang tidak berfungsi. Perusahaan telkom Cina meminta ke rekannan Amerika dan Eropa untuk menggunakan satelit untuk sementara memecahkan masalah tersebut. Kendati demikian di balik bencana ada pula yang masih sempat bersyukur. Salah seorang pengusahan di Hongkong justru mengatakan: Sebetulnya kami untung karena gempa bumi justru terjadi di minggu-minggu tenang seperti ini.

Kata Kunci: internet, internet Asia, internet dan telepon di Asia, internet dan telpon di Asia lumpuh

Berikan tanggapan Anda



Nama
Email
Alamat email tidak ditampilkan
Alamat email ditampilkan
URL
Kota
Negara
Komentar
  Ketiklah huruf-huruf di bawah ini dalam kotak teks guna mencegah email SPAM
 
Kirimkan salinan komentar ini ke email saya